Bila ingin memperpanjang waktu liburan, pengunjung pun bisa menemukan penginapan sederhana yang berjarak tidak jauh dari pantai.
Ada satu hal lain yang membuat Pantai Dato berbeda, di mana setiap Agustus hingga September, pantai ini menjadi arena Sandeq Race, lomba perahu tradisional khas Mandar yang sudah melegenda.
Baca Juga: Direksi dan Dewan Komisaris Pupuk Kujang Kunjungan Kerja Ke Gudang di Subang dan Garut
Momen ini tidak hanya menghadirkan semangat kompetisi, tetapi juga memperlihatkan eratnya hubungan masyarakat setempat dengan laut.
Sejak dibuka sebagai destinasi wisata pada 1998, Pantai Dato terus menjadi ruang bagi siapa saja yang ingin menikmati ketenangan, keindahan, sekaligus keunikan budaya lokal.***
Artikel Terkait
Pantai dan Sabana Hijau Bersatu di Mekayu Beach, Tempat Wisata Gratis di Tabanan, Bali yang Tawarkan Suasana Adem
Pantai Sirombu Nias: Dulu Porak-poranda Tsunami, Kini Jadi Ikon Wisata Sunset
Ini Pantai yang Paling Ramai di Dunia, Semua Orang Tumpah Ruah
Pantai Tanjung Penyu Mas, Wisata Hidden Gem di Malang yang Pesonanya Tak Kalah dari Alam Bali
Pantai Telawas, “Raja Ampat”-nya Lombok Tengah yang Bikin Takjub