Sembari bersantai, pengunjung bisa mencicipi kuliner lokal seperti teh sangre, kopi arabika dan robusta, serta tempe mendoan hangat.
Wana Mukti Siguede buka setiap hari pukul 08.00–22.00 WIB.
Baca Juga: 4 Masyarakat Adat di Asia Tenggara yang Mempertahankan Gaya Hidup Nenek Moyangnya Hingga Kini
Menjelang malam, suasananya berubah dramatis, kelap-kelip lampu Kota Magelang hingga jalanan menuju Jogja tampak berkilau dari kejauhan.
Desa wisata ini bukan hanya tempat untuk melepas penat, tapi juga ruang untuk mengenal budaya lokal dan menikmati keramahan warganya.
Wana Mukti Siguede pun layak masuk daftar destinasi wajib untuk wisata keluarga, healing santai, hingga kegiatan komunitas.***
Artikel Terkait
Pentingsari, Desa Wisata Merapi Sabet Penghargaan ASEAN
5 Desa Wisata di Yogyakarta yang Menarik Dikunjungi, Tawarkan Beragam Pengalaman Liburan Tak Biasa
Diawali Ketidaksengajaaan, Desa Wisata Gerabah Kasongan Justru Tidak Lekang Dimakan Waktu
Pesona Desa Wisata Kuin Utara, Desa Terapung Berusia Ratusan Tahun di Sungai yang Melintasi Banjarmasin
Lebih Dekat dengan Penduduk Asli Banyuwangi, Tradisi, dan Budayanya, di Desa Wisata Adat Osing Kemiren