Kabar BUMN - Diperkirakan terbentuk sejak abad 15, Desa Wisata Kuin Utara, dulu Desa Kuin, terus tumbuh di tepi aliran Sungai Kuin.
Sebagian besar rumah warga Desa Wisata Kuin Utara dipatok di atas sungai yang melintasi kota Banjarmasin itu.
Di tahun 2023, Desa Wisata Kuin Utara masuk dalam 75 besar Anugerah Desa Wisata (ADWI) dari Kemenparekraf.
Berikut lebih jauh tentang profil Desa Kuin yang kini semakin populer dan banyak dikunjungi orang.
Baca Juga: Pantai Baros, Tempat Wisata Asri di Bantul yang Cocok untuk Healing Saat Akhir Pekan
Desa tua di Banjarmasin
Terbentuk di abad ke 15, pada masa itu desa dipimpin seorang kepala desa bernama Patih Kuin.
Penduduk desa ini pula yang menghidupkan Pasar Terapung Muara Kui sejak ratusan tahun lalu.
Baru tahun 1980, Desa Kuin masuk menjadi bagian kelurahan Banjarmasin, yaitu kelurahan Kuin Utara.
Baca Juga: Liburan ke Malang Makin Seru, Ini Harga Tiket Terbaru Taman Rekreasi Sengkaling
Puluhan tahun kemudian, desa ini dikunjungi orang yang tertarik dengan kehidupan di desa terapung itu.
Dan sekarang, di Desa Wisata Kuin Utara tersedia homestay untuk penginapan pelancong.
Untuk pencariannya, penduduk Desa Wisata Kuin Utara menghasilkan kerajinan, seperti tajau dan kain sasirangan.
Baca Juga: Menjelajahi Pesona Hanoi: Rekomendasi Destinasi Wisata Ikonik di Ibu Kota Vietnam
Tajau, sejenis guci dari keramik, termasuk kerajinan unik suku Dayak.
Artikel Terkait
5 Kuliner Khas Banjarmasin yang Populer di Kalangan Pelancong, Kali Pertama Datang Ini yang Langsung Dicoba
4 Tempat Makan di Banjarmasin untuk Menikmati Kuliner Khas Banjar yang Otentik
Banjarmasin-Samarinda Tanpa Repot dengan Bus DAMRI, Tiket Mulai Rp100 Ribuan
Rute DAMRI Banjarmasin–Samarinda Kini 2 Kali Sehari, Pesan Tiketnya di DAMRI Apps
5 Oleh-oleh Khas Banjarmasin, Didominasi Kuliner dari Bahan Dasar Ikan
Menelurusi Jejak Peninggalan Kerajaan Banjar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan