Menjelajahi hutan primeval
Taman Nasional memiliki luas 190.500 hektare.
Hampir 2/3 bagiannya dipenuhi tumbuhan dilindungi, seperti anggrek hutan dan pohon dipterocarpaceae.
Trekking di Taman Nasional Siberut akan melewati hutan primeval yang tanahnya sedikit berlumpur.
Baca Juga: Baru Pertama Kali Ikut Marathon? Simak Tips Berikut agar Tampil Maksimal di Hari Lomba
Di dalam hutan tersebut tumbuh dan hidup beragam kekayaan hayati.
Juga sekitar 17 mamalia dan 130 jenis burung, yang empat di antaranya tergolong endemik.
Taman nasional ini pun jadi tempat tinggal hewan yang tidak hidup di tempat lain.
Yaitu bokkoi, lutung mentawai, biloi, simakobu dan empat jenis bajing yang endemik.
Baca Juga: Panduan Menggunakan AI untuk Membuat Itinerary Liburan
Bertemu Suku Mentawai
Taman Nasional Siberut tempat tinggal bagi 30.000 orang dari Suku Mentawai.
Suku Mentawai dikenal sebagai masyarakat adat yang jauh dari modernitas dan menjaga ketat adat dan tradisi.
Tempat tinggal Suku Mentawai ditetapkan sebagai desa budaya yang bisa dikunjungi.
Rumahnya model rumah panggung yang dihuni secara komunal oleh beberapa keluarga.
Baca Juga: Rute Bus dengan Pemandangan Terindah dan Jalur Menantang di Dunia
Artikel Terkait
Berwisata ke Taman Nasional Baluran, Siap Berpetualangan di Africa Van Java
Hanya Ada di Indonesia, Ini 4 Taman Nasional yang Jadi Habitat Orangutan
Simak! Harga Tiket Masuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Alami Kenaikan
Taman Nasional Kerinci Seblat, Jambi, Bayangkan Luasnya Mencapai 1.368.000 Hektare
4 Taman Nasional Indonesia Ini Sudah Mendapat Pengakuan UNESCO
Telaga Batu, Permata Tersembunyi di Jantung Taman Nasional Gunung Halimun Salak