Tiket masuk via Bambangan sekitar Rp 25.000, sementara jika ingin lebih praktis tersedia jasa ojek. Tarifnya bervariasi, mulai dari Rp 30.000 menuju pos bayangan hingga Rp 70.000 untuk sampai pos 1.
Pendakian dari Gunung Malang
Jalur lain yang bisa jadi alternatif adalah Gunung Malang. Berbeda dengan Bambangan, jalur ini mengusung konsep konservasi dan memiliki batas kuota harian. Waktu tempuhnya berkisar 8-9 jam dengan 7 pos yang harus dilewati.
Baca Juga: Tempat Makan di Gang Kecil di Bandung yang Melegenda
Kamu akan merasakan nuansa pendakian yang lebih alami karena tidak ada shelter di setiap pos. Jalur ini cocok bagi kamu yang ingin tantangan berbeda dan suasana yang lebih tenang.
Jalur Penakir
Buat kamu yang suka tantangan ekstra, jalur Penakir bisa dicoba. Jalur ini masih jarang dilalui karena medan yang cukup ekstrem dengan punggungan sempit dan pos di tepi jurang.
Baca Juga: Elnusa Resmikan Green House di SMPN 1 Muara Badak, Menanam Harapan, Merawat Masa Depan
Ada dua pilihan jalur, yakni dari sisi barat dan timur yang dipisahkan oleh sungai. Meski belum sepopuler jalur lain, jalur ini memberikan pengalaman mendaki yang unik dan lebih menantang.
Via Dipajaya
Sejak 2018, jalur Dipajaya mulai ramai dilirik karena disebut bisa memangkas waktu pendakian hingga dua jam.
Baca Juga: Antisipasi Peningkatan Dana Luar Negeri, BTN Sesuaikan Counter Rate Deposito USD
Namun, jalur ini cukup berat dengan tanjakan terjal dan lintasan melalui ladang sayuran serta hutan pinus.
Menjelang pos 3, jalur Dipajaya akan bertemu dengan jalur Bambangan sehingga kamu bisa melanjutkan pendakian melalui jalur yang sama.
Cocok untuk pendaki yang ingin mencoba variasi jalur namun tetap terkoneksi dengan rute utama.
Baca Juga: 3 Bangunan Tua di Jakarta yang Baru Masuk dalam Daftar Cagar Budaya Jakarta
Jalur Baturaden
Jalur resmi lain yang bisa kamu pilih adalah via Baturaden. Pendakian dimulai dari gerbang wisata Palawi Baturaden dengan waktu tempuh sekitar 10 jam. Meski tidak terlalu ekstrem, vegetasi rapat di jalur ini memberikan pengalaman seru yang berbeda.
Selain jadi jalur pendakian, kawasan Baturaden sendiri juga dikenal sebagai destinasi wisata, sehingga cocok dikunjungi baik untuk mendaki maupun sekadar menikmati alam di kaki Gunung Slamet.
Artikel Terkait
Segarnya Berenang di Telaga Sunyi, Kolam Alami di Baturraden yang Airnya Berasal dari Gunung Slamet
Sejuknya Wisata Perkebunan Teh Jadul di Kaki Gunung Slamet Lengkap dengan Goa Jepang yang Bekas Tempat Penyiksaan Tahanan
Nikmati Berendam Air Panas di Pancuran Tujuh Baturraden, Alirnya Mengalir Langsung dari Gunung Slamet
Fun Trail Run: Jelajahi Alam hingga Camping Seru di Lereng Gunung Slamet
Berniat Mendaki ke Gunung Gede Pangrango? Catat Tanggalnya! Pendakian Sedang Ditutup