Kabar BUMN - Charoen Krung tumbuh sekitar 1864 pada masa Bangkok bergerak menjadi kota modern.
Di masa itu juga dimulainya kegiatan niaga Eropa, sehingga banyak orang asing masuk ke Charoen Krung.
Dari awal sudah diperuntukkan untuk niaga, toko, dan pemukiman asing, sisa bangunan itu masih berdiri di Charoen Krung.
Hanya saja sejumlah bangunan lama itu sudah beralih fungsi menjadi art galeri, restoran, dan kafe.
Baca Juga: Uniknya Pantai Oetune, NTT, yang Menyajikan Birunya Laut dan Indahnya Padang Berpasir Putih
1. So Heng Tai Maison
Rumah tua yang berumur 200 tahun ini dulunya milik seorang pebisnis Tiongkok-Thailand dari Hokkien.
Ini rumah tradisional bergaya Hokkien paling tua di kawasan itu. Saat ini dihuni generasi ke delapan.
Luasnya sekitar 1.600 meter persegi. Selain rumah tinggal, beberapa bagian jadi sekolah menyetir dan kolam renang.
Di So Heng Tai Maison juga terdapat mini cafe yang cozy. Rumah ini terbuka untuk umum.
Baca Juga: Jembatan Pandansimo, Ikon Baru Jogja yang Siap Jadi Magnet Wisata
2. Bangkokian Museum
Museum ini memampang kehidupan masyarakat, terutama kelompok menengah atas, Bangkok di awal abad 20.
Bangunan utamanya dulu milik keluarga Surawadee yang didirikan tahun 1937.
Artikel Terkait
Ragam Dessert Thailand yang Halal dan Mudah Ditemukan di Kaki Lima Bangkok
Liburan 3 Hari 2 Malam di Bangkok, Ini 7 Destinasi Wisata yang Tak Boleh Dilewatkan
5 Kota Kecil di Sekitar Bangkok, Tawarkan Kuliner, Sejarah, dan Pemandangan Alam yang Berbeda
4 Pasar Tradisional di Bangkok yang Biasa Dikunjungi Turis, Surga Barang Murah
Alternatif Kalau Ingin Belanja Murah di Pasar Tradisional di Bangkok, Bisa ke Pasar Wang Lang
Berburu Street Food Terbaik di Bangkok, Rekomendasi 6 Surga Kuliner Malam yang Wajib Dikunjungi Wisatawan