Kabar BUMN - Di tengah semakin terbatasnya lahan perkotaan, tren urban farming atau pertanian kota semakin digemari masyarakat.
Tak hanya sebagai hobi, kegiatan ini juga menjadi solusi kreatif untuk memenuhi kebutuhan pangan mandiri, menjaga ketahanan pangan keluarga, sekaligus menambah keasrian lingkungan sekitar.
Pakar pertanian perkotaan menyebut urban farming dapat dilakukan siapa saja, bahkan dengan ruang terbatas.
Baca Juga: Buka 24 Jam, Spot Berendam di Pegunungan Garut Ini Siap Temani Liburanmu
Balkon, halaman sempit, hingga atap rumah bisa disulap menjadi kebun produktif.
Berikut beberapa tips praktis memulai urban farming di rumah:
Baca Juga: Ide Destinasi Wisata Tak Jauh dari Kota Semarang, Cocok untuk Liburan Seru Bersama Keluarga
1. Pilih Tanaman yang Mudah Dirawat
Sayuran hijau seperti kangkung, bayam, sawi, atau selada sangat cocok untuk pemula.
Selain perawatannya sederhana, masa panennya juga relatif singkat.
Baca Juga: Air Terjun Unik Lubuak Bulan dengan Pesona Lubuk Bulan Sabit
2 Manfaatkan Lahan Terbatas dengan Kreatif
Gunakan pot, polybag, atau sistem vertikultur (tanam bertingkat) agar lebih efisien.
Dinding atau pagar rumah pun bisa dijadikan media tanam dengan konsep vertical garden.
Artikel Terkait
Gedung Heritage PTPN 1 Regional 4, Spot Foto Klasik Favorit di Jantung Surabaya
Jangan Lewatkan! Festival Lampion Jogja 2025 Siap Terangi Langit Parangtritis pada 25 Oktober
Air Terjun Unik Lubuak Bulan dengan Pesona Lubuk Bulan Sabit
Ide Destinasi Wisata Tak Jauh dari Kota Semarang, Cocok untuk Liburan Seru Bersama Keluarga
Buka 24 Jam, Spot Berendam di Pegunungan Garut Ini Siap Temani Liburanmu