Sementara untuk area teduh, gunakan tanaman yang menyukai kelembapan seperti paku-pakuan, monstera, dan philodendron.
Bagi yang ingin taman sekaligus fungsional, vertikal garden juga bisa diisi dengan tanaman herbal atau sayuran kecil, seperti mint, rosemary, kangkung, bayam, atau selada.
Baca Juga: Pengalaman Unik Liburan, Ikut Meditasi di Kawasan Candi Prambanan
3. Siapkan Media dan Struktur Penopang
Ada banyak model struktur yang bisa digunakan — mulai dari rangka besi, kayu, pipa PVC, hingga rak modular.
Pilih bahan yang kuat dan tahan terhadap air.
Untuk media tanam, gunakan campuran tanah gembur, kompos, dan sekam agar akar tanaman mendapat cukup udara dan nutrisi.
Alternatif modern lainnya adalah sistem hidroponik vertikal, yang lebih bersih dan cocok untuk lahan sangat terbatas.
Baca Juga: Kabar Gembira untuk Pendaki, Jalur Ojek Gunung Prau Bakal Diperluas sampai Pos 2!
4. Sistem Penyiraman yang Efisien
Taman vertikal membutuhkan sistem penyiraman yang praktis karena tanaman ditata bertingkat.
Salah satu solusi terbaik adalah irigasi tetes (drip irrigation) yang mengalirkan air secara perlahan langsung ke akar tanaman.
Selain hemat air, sistem ini juga menjaga kelembapan tanah tetap stabil.
Jika tidak ingin repot, pasang timer otomatis agar penyiraman berjalan teratur.
Baca Juga: Pantai Unik di Bantul, Pemandangan dan Jembatannya Bikin Serasa di Negeri Ginseng
Artikel Terkait
Pantai Unik di Bantul, Pemandangan dan Jembatannya Bikin Serasa di Negeri Ginseng
Pengalaman Unik Liburan, Ikut Meditasi di Kawasan Candi Prambanan
Kabar Gembira untuk Pendaki, Jalur Ojek Gunung Prau Bakal Diperluas sampai Pos 2!
Serunya SoundLoka 2025, Ajang Musik Seru di Saloka Theme Park yang Gaet Banyak Pengunjung
Kota Dunia yang Kaya dengan Karya Seni Memukau, Tidak Hanya Tersimpan di Museum