Kehujanan Malah Gatal dan Ruam? Bisa Jadi Kamu 'Alergi' Hujan!

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Kamis, 9 Oktober 2025 | 22:00 WIB
Ilustrasi - Ternyata alergi hujan benar ada! Cari tahu penyebab medis, gejala, dan cara mencegah reaksi alergi saat kehujanan di artikel ini. (Freepik)
Ilustrasi - Ternyata alergi hujan benar ada! Cari tahu penyebab medis, gejala, dan cara mencegah reaksi alergi saat kehujanan di artikel ini. (Freepik)

Kabar BUMN - Buat sebagian orang, hujan bisa jadi momen menyenangkan, udara jadi sejuk, aroma tanah basah menenangkan. Tapi buat sebagian lainnya, hujan justru bisa jadi mimpi buruk.

Ada yang langsung muncul bentol-bentol di kulit, bersin-bersin, bahkan merasa sesak napas setelah kehujanan.

Nah, kondisi seperti ini sering disebut sebagai “alergi hujan”. Tapi sebenarnya, apakah seseorang bisa benar-benar alergi terhadap air hujan? Yuk, bahas bareng!

Baca Juga: Garuda Indonesia Group Catat Kenaikan Produktivitas, Fokus Tingkatkan Kapasitas Produksi di Paruh Kedua 2025

Bukan Alergi Hujan, Tapi Reaksi Kulit Langka

Secara medis, alergi hujan bukanlah istilah resmi. Yang paling mendekati adalah kondisi langka bernama aquagenic urticaria, yaitu reaksi alergi yang muncul saat kulit bersentuhan dengan air, termasuk air hujan, keringat, atau bahkan air mata.

Orang dengan kondisi ini bisa mengalami ruam merah, gatal, atau rasa perih beberapa menit setelah kulit terkena air. Penyebab pastinya belum diketahui, tapi diduga terkait reaksi sistem imun terhadap zat tertentu yang larut dalam air.

Baca Juga: 7 Titik Baru untuk Pengamen di Malioboro, Ruang Seni Kembali Hidup di Yogyakarta

Kandungan dalam Air Hujan Bisa Jadi Pemicu

Selain faktor bawaan tubuh, air hujan juga bisa membawa zat yang memicu alergi. Saat turun ke bumi, hujan sering mengandung polutan, debu, jamur, atau partikel kimia dari udara.

Ketika zat ini mengenai kulit, bisa memicu iritasi, terutama bagi kamu yang punya kulit sensitif atau gangguan seperti dermatitis. Jadi, reaksi “alergi hujan” bisa jadi sebenarnya adalah reaksi terhadap kotoran atau zat kimia di air hujan, bukan terhadap airnya sendiri.

Baca Juga: PTPN IV Regional III Sabet Juara Umum Lomba Lingkungan Sehat, Bukti Komitmen terhadap Keberlanjutan

Perubahan Suhu dan Kelembapan Turut Berpengaruh

Faktor lingkungan juga punya peran penting. Ketika suhu turun drastis saat hujan, tubuh sebagian orang bisa merespons dengan reaksi alergi dingin (cold urticaria).

Gejalanya mirip: kulit memerah, muncul bentol, dan terasa gatal. Selain itu, kelembapan tinggi setelah hujan juga bisa memicu pertumbuhan jamur dan tungau debu, yang jadi penyebab umum alergi pernapasan.

Baca Juga: Sejarah dan Ragam Mochi Jepang, Bentuknya Tidak Selalu Bulat

Cara Mencegah Reaksi Alergi Saat Hujan

Kalau kamu termasuk yang sering mengalami reaksi setelah kehujanan, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini