Kabar BUMN - Cuaca panas yang melanda beberapa wilayah Indonesia dalam beberapa waktu terakhir membuat banyak orang ragu untuk berolahraga di luar ruangan.
Padahal, aktivitas fisik tetap penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan mental.
Namun, berolahraga di suhu tinggi memerlukan strategi agar terhindar dari risiko dehidrasi, kelelahan, hingga heatstroke.
Dengan memilih waktu yang tepat, mengenakan pakaian yang sesuai, dan menjaga asupan cairan, olahraga tetap bisa aman dan menyenangkan.
Baca Juga: Desa dan Kota Kecil Terindah di Thailand dengan Panorama dan Budaya yang Berbeda dari Kota Lainnya
1. Waktu Terbaik untuk Berolahraga di Cuaca Panas
Pagi hari sebelum pukul 09.00 atau sore menjelang matahari terbenam adalah periode paling aman untuk berolahraga.
Pada jam-jam tersebut, suhu udara lebih sejuk dan paparan sinar ultraviolet (UV) tidak terlalu tinggi.
Berolahraga di siang hari saat suhu mencapai puncaknya bisa meningkatkan risiko heatstroke, kelelahan, bahkan dehidrasi parah.
Bagi yang tidak memiliki waktu di pagi atau sore hari, alternatifnya adalah olahraga indoor, seperti treadmill, yoga, pilates, atau latihan kekuatan di ruangan ber-AC.
Baca Juga: Air Terjun Tanggedu, Grand Canyon dari Sumba Timur yang Memanjakan Mata
2. Pilih Pakaian yang Tepat untuk Menahan Panas
Pemilihan pakaian berpengaruh besar terhadap kenyamanan dan keselamatan tubuh.
Saat suhu tinggi, gunakan bahan yang ringan, menyerap keringat, dan memiliki ventilasi baik seperti katun, dry-fit, atau bahan berbasis poliester.
Artikel Terkait
4 Tempat Makan di Sekitar Stasiun Solo Jebres, Cita Rasa Lokal yang Menggoda
Update Terbaru! Ini Harga Tiket Solo Safari Oktober 2025, Wisata Edukatif Favorit Keluarga di Solo
Unagi, Hanya Mirip, Kuliner khas Jepang Ini Sejatinya Bukan Belut
Desa dan Kota Kecil Terindah di Thailand dengan Panorama dan Budaya yang Berbeda dari Kota Lainnya
Air Terjun Tanggedu, Grand Canyon dari Sumba Timur yang Memanjakan Mata