Memahami Lima Fase Berduka: Proses Emosional Menuju Penerimaan

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Sabtu, 18 Oktober 2025 | 07:00 WIB
Kenali lima fase berduka, penolakan, kemarahan, tawar-menawar, depresi, dan penerimaan, serta cara memahami emosi dalam setiap tahapnya. (Freepik)
Kenali lima fase berduka, penolakan, kemarahan, tawar-menawar, depresi, dan penerimaan, serta cara memahami emosi dalam setiap tahapnya. (Freepik)

Kabar BUMN - Setiap orang pasti pernah mengalami kehilangan, entah karena kepergian seseorang yang dicintai, putus hubungan, atau kehilangan pekerjaan dan harapan. Rasa duka yang muncul merupakan bagian alami dari proses penyembuhan.

Namun, tak banyak yang tahu bahwa perasaan duka sebenarnya memiliki beberapa tahapan yang umum dialami oleh manusia.

Memahami setiap fase ini bisa membantumu mengenali emosi yang muncul dan menanganinya dengan lebih sehat.

Baca Juga: Ada Lagi Lowongan Magang BUMN dari PFN, Sedang Dibuka Posisi Manajemen Event

1. Fase Penolakan (Denial)

Tahap pertama yang sering muncul adalah penolakan. Di fase ini, seseorang sulit menerima kenyataan bahwa kehilangan benar-benar terjadi. Reaksi seperti “ini pasti cuma mimpi” atau “dia pasti akan kembali” kerap muncul sebagai bentuk pertahanan diri.

Penolakan sebenarnya berfungsi sebagai tameng emosional sementara agar pikiran tidak langsung kewalahan menghadapi kenyataan pahit.

Baca Juga: Ragam Makanan Murah yang Mudah Ditemukan di Jaringan 7-eleven di Bangkok

2. Fase Kemarahan (Anger)

Setelah realitas mulai disadari, rasa marah sering kali muncul. Emosi ini bisa ditujukan pada diri sendiri, orang lain, atau bahkan pada situasi yang dianggap menyebabkan kehilangan tersebut.

Rasa tidak adil atau kecewa menjadi pemicu utama. Walau terasa berat, penting untuk membiarkan diri mengekspresikan amarah secara sehat, misalnya dengan menulis perasaan atau berbicara pada orang yang dipercaya.

Baca Juga: Peringati Hari Istimewa, PLN Indonesia Power Salurkan Bantuan Sosial Rp3,03 Miliar Ke 10.000 Penerima Manfaat

3. Fase Tawar-Menawar (Bargaining)

Pada tahap ini, seseorang mulai berharap bisa mengubah keadaan dengan “menegosiasikan” sesuatu, baik secara nyata maupun dalam pikiran.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini