Kabar BUMN — Keputusan untuk mengundurkan diri atau resign dari pekerjaan bukanlah hal yang mudah.
Di tengah tekanan dunia kerja yang semakin kompetitif, banyak karyawan terjebak dalam dilema: bertahan demi stabilitas atau pergi demi kebahagiaan dan perkembangan diri.
Fenomena ini kini semakin sering terjadi, terutama di kalangan profesional muda yang mulai memprioritaskan keseimbangan hidup.
Menurut sejumlah pakar karier, tanda-tanda untuk mempertimbangkan resign sebenarnya bisa terlihat sejak dini.
Burnout berkepanjangan, tidak ada ruang berkembang, dan ketidaksesuaian nilai pribadi dengan budaya perusahaan menjadi tiga faktor utama yang mendorong seseorang untuk mencari peluang baru.
Baca Juga: 5 Aplikasi untuk Mempermudah Perencanaan Traveling, Hasilnya pun Maksimal
Ketika Bertahan Justru Menghambat Diri
Banyak karyawan bertahan karena takut kehilangan gaji tetap atau khawatir dicap tidak loyal.
Namun, bertahan di tempat yang tidak lagi mendukung pertumbuhan karier justru bisa merugikan dalam jangka panjang.
Baca Juga: Gua Bangkang Prabu, Tempat “Cahaya Tuhan” Menyapa di Lombok
Evaluasi Sebelum Mengambil Keputusan
Meski begitu, keputusan resign tidak boleh dilakukan secara impulsif.
Tanyakan pada diri sendiri: apakah ini karena tekanan sementara, atau karena memang tidak ada lagi ruang untuk berkembang?
Baca Juga: Ini yang Harus Dilakukan Bila Terkena Batuk dan Pilek Saat Sedang Liburan
Kalau masih bisa diperbaiki lewat komunikasi dengan atasan, sebaiknya coba dulu.
Karyawan harus menyiapkan rencana cadangan sebelum resign, termasuk kondisi keuangan dan arah karier berikutnya.
Artikel Terkait
Lokasi Wisata di Indonesia yang Dituju Pecinta Laut untuk Melihat dan Bermain dengan Ubur-Ubur
Ini yang Harus Dilakukan Bila Terkena Batuk dan Pilek Saat Sedang Liburan
Piknik Bergaya Betawi di TMII, Serunya Hangout Sekaligus Bersaing Jadi Best Dress
5 Aplikasi untuk Mempermudah Perencanaan Traveling, Hasilnya pun Maksimal
Gua Bangkang Prabu, Tempat “Cahaya Tuhan” Menyapa di Lombok