Inilah Penampakan Monumen Reog Ponorogo, Ikon Baru Wisata Budaya di Jawa Timur

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Kamis, 13 November 2025 | 08:00 WIB
Monumen Reog Ponorogo setinggi 126 meter siap jadi ikon baru Jawa Timur. Dibangun untuk merayakan pengakuan UNESCO, monumen ini dorong wisata dan ekonomi lokal. (Twitter)
Monumen Reog Ponorogo setinggi 126 meter siap jadi ikon baru Jawa Timur. Dibangun untuk merayakan pengakuan UNESCO, monumen ini dorong wisata dan ekonomi lokal. (Twitter)

Kabar BUMN - Ponorogo kini bersiap menyambut landmark baru yang megah sekaligus sarat makna budaya.

Monumen Reog Ponorogo yang menjulang setinggi 126 meter ini menjadi simbol kebanggaan masyarakat serta bukti nyata pelestarian budaya lokal yang sudah diakui dunia.

Keindahan dan kemegahannya kini menarik perhatian banyak wisatawan, bahkan sebelum pembangunannya selesai sepenuhnya.

Baca Juga: ITDC Rayakan HUT ke-52 dengan Semangat ‘Innovation for the Nation’ dan Aksi Sosial di Tiga Kawasan

Lebih Tinggi dari Garuda Wisnu Kencana

Menariknya, Monumen Reog Ponorogo memiliki ketinggian yang mengalahkan Patung Garuda Wisnu Kencana di Bali yang mencapai 121 meter. Skala besar ini membuatnya diprediksi menjadi salah satu monumen budaya tertinggi di Indonesia.

Selain menampilkan keagungan seni Reog, keberadaan monumen ini juga diharapkan menambah daya tarik pariwisata di wilayah Ponorogo dan sekitarnya.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Bangun SPBUN di Lampung Timur, Perkuat Ketahanan Energi dan Ekonomi Nelayan

Dibangun untuk Merayakan Pengakuan UNESCO

Pembangunan monumen ini merupakan kelanjutan dari momen penting pada 3 Desember 2024, ketika Reog Ponorogo resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO di Asunción, Paraguay.

Pengakuan tersebut bukan hanya bentuk penghormatan terhadap budaya tradisional Indonesia, tetapi juga peluang untuk memperkenalkan Ponorogo sebagai destinasi wisata budaya bertaraf internasional.

Baca Juga: Bukan Lagi Rahasia! Pantai Gebyuran Kini Punya Banyak Ayunan dan Jalan Mulus ke Lokasi

Kolaborasi Besar Demi Kemajuan Budaya

Proyek ini dilaksanakan melalui skema kerja sama antara pemerintah daerah dan pihak swasta atau KPDBU (Kerja Sama Pemerintah Daerah dan Badan Usaha).

Dukungan dari berbagai pihak diharapkan menciptakan kawasan budaya yang hidup dan dinamis, tidak hanya untuk melestarikan kesenian Reog, tetapi juga untuk menggerakkan ekonomi masyarakat setempat melalui wisata dan kuliner.

Baca Juga: Dorong Standardisasi Pasokan dan Ekonomi Desa, PLN EPI Luncurkan Marketplace Biomassa untuk Cofiring

Harapan Menjadi Pusat Ekonomi dan Wisata

Dengan berdirinya monumen megah ini, Ponorogo diharapkan tumbuh menjadi destinasi unggulan di Jawa Timur. Keberadaannya diyakini akan membawa dampak ekonomi positif bagi pelaku usaha lokal sekaligus menciptakan lapangan kerja baru di sektor pariwisata.

Di sekitar monumen nantinya juga akan dibangun museum yang memperkaya pengalaman wisatawan mengenal sejarah Reog Ponorogo lebih dalam.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini