Kabar BUMN - Wonosobo kembali menorehkan kebanggaan lewat kuliner khasnya yang melegenda: mie ongklok.
Hidangan hangat dengan kuah kental dan cita rasa manis gurih ini kini resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia tahun 2025 oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Penetapan ini bukan hanya pengakuan terhadap kelezatannya, tapi juga simbol pelestarian budaya yang sudah diwariskan turun-temurun.
Baca Juga: Badak LNG Tanam 4.000 Bibit Mangrove untuk Perkuat Ekosistem Pesisir
Kuliner Tradisional yang Penuh Makna
Mie ongklok bukan sekadar hidangan, tetapi karya budaya yang berakar dari perpaduan kuliner Tionghoa dan selera lokal masyarakat Wonosobo. Nama “ongklok” sendiri diambil dari alat saringan bambu yang digunakan untuk merebus mie.
Ciri khasnya terletak pada kuah kental berwarna kecokelatan, terbuat dari campuran tepung kanji, kol, dan daun kucai yang menciptakan aroma serta rasa unik. Biasanya mie ini disajikan bersama tempe kemul atau sate sapi sebagai pelengkap.
Baca Juga: ITDC Rayakan HUT ke-52 dengan Semangat ‘Innovation for the Nation’ dan Aksi Sosial di Tiga Kawasan
Dua Tradisi Lain dari Wonosobo Juga Diakui
Tak hanya mie ongklok, dua karya budaya lain dari Wonosobo juga turut ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda tahun ini.
Keduanya adalah wayang kedu gagrag Wonosaban dalam kategori seni pertunjukan dan tradisi ambeng Desa Tieng dalam kategori adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan. Ketiga warisan budaya tersebut dinilai mencerminkan kekayaan nilai lokal yang terus hidup di tengah masyarakat.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Bangun SPBUN di Lampung Timur, Perkuat Ketahanan Energi dan Ekonomi Nelayan
Proses Panjang Menuju Pengakuan Nasional
Sebelum resmi diakui, proses pengusulan mie ongklok dan wayang kedu sempat tertunda hingga dua tahun. Pemerintah daerah bersama komunitas budaya melakukan pembaruan kajian selama satu setengah tahun untuk melengkapi berbagai dokumen pendukung.
Setelah melalui tahap evaluasi dalam Sidang Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 5–11 Oktober 2025 di Jakarta, karya budaya ini akhirnya mendapat pengakuan resmi dari negara.
Baca Juga: Bukan Lagi Rahasia! Pantai Gebyuran Kini Punya Banyak Ayunan dan Jalan Mulus ke Lokasi
Harapan untuk Kelestarian Budaya Lokal
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen masyarakat dan pemerintah daerah dalam menjaga warisan leluhur.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Artikel Terkait
Rute DAMRI Lampung ke Wonosobo Bakal Dibuka Mulai Oktober 2025, Cocok Buat Trip ke Dieng
Saatnya Rencanakan Liburan! Festival Mudik Wonosobo 2026 Hadir Lebih Lama dan Lebih Meriah
Kini ke Lampung dari Wonosobo Bisa Langsung, DAMRI Tawarkan Fasilitas Lengkap dan Tarif Promo!
Telaga Menjer, Surga Tersembunyi di Wonosobo yang Bikin Lupa Pulang
Pendakian Singkat Gunung Bismo Wonosobo, View Maksimal Effort Minimal