Camilan Tradisional Makassar, Hampir Semuanya Telah Dibuat Sejak Beratus-ratus Tahun Lalu

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Jumat, 14 November 2025 | 13:00 WIB
Katirisala ketan hitam (Youtube/@Aini's Gallery)
Katirisala ketan hitam (Youtube/@Aini's Gallery)

Baca Juga: Tempatnya Sunyi tapi Memikat, Begini Keindahan Pusuk Sembalun di Ketinggian Rinjani

3. Jalangkote
Dibandingkan camilan lain, jalangkote termasuk yang paling baru karena baru muncul abad 19-an.

Jalangkote mirip kue pastel. Yakni, kulit pastri tipis yang diisi bihun, wortel, kentang, toge, dan telur rebus.

Setelah itu digoreng. Lalu dihidangkan dengan sambal pedas manis.

Jajanan ini selalu dihidangkan pada acara hajatan penting dan selama bulan Ramadan.

Baca Juga: 5 Destinasi Musim Dingin di Luar Negeri yang Paling Diminati Wisatawan Indonesia

Kue taripang diperkirakan muncul sejak abad 15. Dulunya hanya dihidangkan pada acara pernikahan saja. (Youtube/@masakkkkyuk)

4. Kue Taripang
Kue taripang banyak ditemukan dari daerah pesisir Sulawesi Selatan seperti Makassar, Ajatappareng dan Barru.

Diperkirakan muncul sejak abad 15. Dulunya hanya dihidangkan pada acara pernikahan saja.

Kue taripang terbuat dari tepung ketan yang dibaluri gula merah.

Cita rasanya manis dan gurih. Teksturnya kenyal.

Baca Juga: Nikmati Tiap Kilometer! Ini 4 Cara Seru Lawan Bosan saat di Perjalanan

5. Bolu cukke
Berasal dari Ajatappareng, bolu cukke terbuat dari terigu, gula pasir, ragi, telur dan gula merah.

Awalnya hanya dimasak di wajan lalu dipanggang. Kini dicetak dalam cetakan berbentuk bunga.

Adonan dikeluarkan dari wadah dengan dicungkil atau dalam bahasa Makassar di-cukke.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini