Asal Usul Kembang Api dan Alasannya Menjadi Simbol Perayaan Tahun Baru

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Minggu, 23 November 2025 | 20:00 WIB
Ilustrasi - Asal usul kembang api dan alasan mengapa menjadi simbol perayaan Tahun Baru, dari tradisi Tiongkok kuno hingga simbol harapan baru. (Freepik/lifeforstock)
Ilustrasi - Asal usul kembang api dan alasan mengapa menjadi simbol perayaan Tahun Baru, dari tradisi Tiongkok kuno hingga simbol harapan baru. (Freepik/lifeforstock)

Kabar BUMN - Kembang api sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari malam pergantian tahun.

Hampir di seluruh dunia, langit akan dipenuhi cahaya warna-warni tepat saat jarum jam menunjukkan pukul 00.00.

Namun, tahukah kamu bahwa tradisi ini punya sejarah panjang dan makna budaya yang cukup mendalam?

Baca Juga: Bingung Mau Wisata Malam di Jogja di Mana? Coba Pertimbangkan 4 Rekomendasi Berikut Ini

Berawal dari Penemuan Bubuk Mesiu di Tiongkok

Asal-usul kembang api dapat ditelusuri hingga lebih dari 2.000 tahun lalu di Tiongkok.

Pada masa Dinasti Han, masyarakat menemukan campuran khusus berupa arang, belerang, dan kalium nitrat yang kemudian menjadi bubuk mesiu.

Baca Juga: Pindad Gandeng BNN untuk Perkuat Teknologi dan Dukungan Penanggulangan Narkotika

Penemuan ini awalnya tidak dimaksudkan untuk hiburan, melainkan digunakan untuk mengusir roh jahat karena menghasilkan suara ledakan yang keras.

Seiring berkembangnya teknologi dan budaya, masyarakat Tiongkok mulai memasukkan bubuk mesiu ke dalam bambu yang kemudian dilemparkan ke api sehingga meledak dan menimbulkan suara.

Cara ini dianggap efektif membawa keberuntungan sekaligus menolak kesialan. Tradisi sederhana inilah yang menjadi cikal bakal kembang api modern.

Baca Juga: PT Perikanan Indonesia Dorong Konsumsi Ikan Lewat Pembagian 600 Paket untuk Gen Alpha di Harkannas 2025

Transformasi Menjadi Pertunjukan Cahaya

Pada abad ke-7 hingga ke-10, Tiongkok mulai memodifikasi bubuk mesiu menjadi petasan, roket, dan efek cahaya sederhana yang kemudian digunakan dalam upacara kerajaan.

Dari sana, kembang api menyebar ke Timur Tengah, lalu diperkenalkan ke Eropa melalui jalur perdagangan.

Baca Juga: Kuliner Khas Solok yang Wajib Dicoba, Kombinasi Cita Rasa Pedas Rempah dan Manis yang Legit

Di Eropa, terutama pada masa Renaisans, kembang api mengalami inovasi besar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini