Sudah Dikenal Sejak 2021 oleh Para Pegiat Paralayang
Sejak 2021, puncak Giri Sembung sudah menjadi incaran komunitas paralayang karena memiliki jalur meluncur panjang yang dinilai ideal untuk uji coba berbagai teknik terbang.
Area ini juga memiliki kecepatan angin stabil sehingga memungkinkan penerbangan dengan durasi lebih panjang.
Menariknya, lokasi tersebut bisa digunakan hingga delapan bulan dalam setahun, jauh lebih panjang dibanding area Gunungkidul yang rata-rata hanya tiga bulan.
Baca Juga: Telkom Akses Resmi Luncurkan Lensa Invoice, Percepat Administrasi Proyek Berbasis RPA
Didukung Keamanan dan Akses yang Memadai
Selain faktor alam, aspek keselamatan di lokasi ini juga terbilang baik. Area landing di Lapangan Boro cukup luas dan mudah terlihat dari udara.
Lokasinya pun dekat dengan fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas sehingga mempermudah tindakan darurat bila diperlukan.
Tidak berada di jalur penerbangan komersial menjadi nilai tambah lain yang meningkatkan keamanan para pilot.
Baca Juga: PTP Nonpetikemas Perkuat CSV di Terminal Kijing Lewat EduPort dan Sertifikasi Pekerja Harian
Penyelenggaraan Event Paralayang Direncanakan Tahun Depan
Meskipun landasan pacu segera beroperasi, kegiatan kejuaraan paralayang diperkirakan baru bisa digelar tahun depan. Pemerintah daerah masih melakukan beberapa persiapan tambahan sebelum menggelar event skala besar.
Seiring dengan peluncuran fasilitas ini, diharapkan Kulon Progo semakin dikenal sebagai destinasi olahraga udara yang kompetitif di tingkat nasional. ***
Artikel Terkait
Pantai Mlarangan Asri, Celah Alami Buat ‘Ngilang’ Sejenak di Kulon Progo
Sungai Mudal, Permata Tersembunyi di Kulon Progo yang Tawarkan Pesona Alam Tak Terlupakan
Pantai Glagah, Kulon Progo: Keindahan Laguna dan Tetrapod yang Jadi Ikon Jogja
Jangan Lewatkan! Turnamen Voli Pantai Nasional Sedang Berlangsung di Pantai Glagah Kulon Progo
Bukit Menoreh, Puncak Tertinggi di Kulon Progo untuk Menikmati Keindahan Yogyakarta dari Ketinggian