Perkebunan Teh di Sumatra Barat, Kehijauan dan Kesejukannya Masih Sama Sejak Zaman Belanda

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 26 November 2025 | 07:00 WIB
Kebun Teh Liki posisinya di kaki Gunung Kerinci dengan ketinggian 600-1300 mdpl. (Facebook/Tingkok Solok Selatan_andhie88)
Kebun Teh Liki posisinya di kaki Gunung Kerinci dengan ketinggian 600-1300 mdpl. (Facebook/Tingkok Solok Selatan_andhie88)

Kabar BUMN - Hampir sebagian besar daerahnya berada di dataran tinggi, membuat Sumatra Barat banyak ditanami teh.

Sejak zaman Belanda, Sumatra Barat bahkan sudah menjadi penghasil teh andalan di Pulau Sumatra.

Varian daun teh yang dihasilkan beragam. Dari teh putih, hijau, hitam, sampai oolong.

Saat ini perkebunan teh tidak hanya menghasilkan teh tetapi juga bisa dikunjungi sebagai tempat wisata dengan udara sejuk.

Baca Juga: Kawasan Penginapan di Singapura yang Paling Umum di Kalangan Pelancong

1. Kebun Teh Liki
Kebun teh ini sudah ditanami sejak 1940 pada zaman Hindia Belanda.

Daun tehnya salah satu teh berkualitas tinggi karena kandungan taninnya yang tinggi.

Hasil tehnya sampai sekarang menjadi favorit keluarga kerajaan Belanda.

Kebun Teh Liki di Lubuk Gadang, Solok Selatan.

Baca Juga: Relaksasi Alami di Pemandian Air Panas Cangar, Wisata Sejuk di Kaki Gunung

Posisinya di kaki Gunung Kerinci dengan ketinggian 600-1300 mdpl.

Udaranya sangat dingin sehingga disarankan menggunakan jaket tebal bila ke Kebun Teh Liki.

Kebun teh ini dibuka sebagai tempat wisata tahun 1990.

Selain memandangi kebun teh, orang juga bisa bersantai di Cafe Liki yang berada di pinggir kebun teh.

Baca Juga: Rekomendasi Rumah Makan di Padang Tapi Bukan Rumah Makan Padang

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini