Atmosfer Tempo Dulu di Kota Tua, Surabaya, Banyak Sudut Aestetik yang Penuh Cerita

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 8 Desember 2025 | 11:30 WIB
Kawasan Kota Tua Surabaya. (Google/Bayu Sapto Kurniawan)
Kawasan Kota Tua Surabaya. (Google/Bayu Sapto Kurniawan)

Kabar BUMN - Sejak 2023, Pemda Surabaya gencar melakukan revitalisasi kawasan kota tuanya.

Kota Tua Surabaya dipercantik dan dilengkapi dengan pedestarian yang nyaman untuk berjalan kaki.

Di kawasan kota tua ini didapati gedung-gedung tua aestetik yang indah.

Tersedia transportasi umum, yaitu Bus Suroboyo, yang melalui kawasan Kota Tua Surabaya tersebut.

Baca Juga: Fakta dan Sejarah Paspor, Dulu Surat Perjalanan Agar Tidak Menimbulkan Perang

Gedung Internatio
Gedung yang nama lengkapnya Internationale Crediten Handelvereeninging ini didirikan tahun 1927.

Gedung dibangun arsitektur Belanda, Ir Frans Johan Louwrens Ghijsels, untuk tempat mengelola perdagangan dan investasi.

Setelah kemerdekaan Gedung internatio pernah menjadi markas pasukan sekutu sampai peristiwa 10 November 1945.

Sekarang gedung di jalan Rajawali, Surabaya ini PT Tjipta Niaga untuk tempat percetakan.

Baca Juga: Wisata Sungai Bawak Are, Alternatif Main Air Murah Meriah di Lombok Barat

Gedung Museum De Javasche Bank di kawasan Kota Tua Surabaya dari masa ke masa. (Facebook/Indonesian History Reborn)

De Javasche Bank
Gedung bergaya Neo Renaissance ini didirikan tahun 1828 sebagai bank sentral kolonial.

Dulu bank ini punya kewenangan mencetak dan mengedarkan uang gulden di Hindia Belanda.

Saat ini De Javsche Bank merupakan museum yang menyimpan koleksi mata uang dan dokumen sejarah perbankan Indonesia.

De Javasche Bank beralamat di jalan Garuda no 1, Krembangan, Surabaya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini