Atmosfer Tempo Dulu di Kota Tua, Surabaya, Banyak Sudut Aestetik yang Penuh Cerita

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 8 Desember 2025 | 11:30 WIB
Kawasan Kota Tua Surabaya. (Google/Bayu Sapto Kurniawan)
Kawasan Kota Tua Surabaya. (Google/Bayu Sapto Kurniawan)

Baca Juga: Jelajah Malang Bareng Keluarga: Ini Destinasi Wisata Alam Paling Seru untuk Dikunjungi

Pos Bloc Surabaya
Seperti juga Pos Bloc di Jakarta, Pos Bloc di Surabaya dulunya bekas kantos pos pada masa Hindia Belanda.

Didirikan 1926 dengan arsitektur GPJM Bolsius, 1800-1881 gedung ini sempat menjadi kantor Kabupaten Surabaya.

Saat itu, bangunannya memiliki atap rata, bukan seperti bentuk yang ada sekarang.

Tahun 2023 gedung kantor pos berubah nama menjadi Pos Bloc.

Baca Juga: Telaga Dingin Berlatarkan Hutan Tropis di Pekalongan, Cocok untuk Healing Maksimal

Bagian depan Penjara Kalisosok terkini. (Instagram/@lovesuroboyo via radarmadura.jawapos.com)

Penjara Kalisosok
Penjara ini dibangun tahun 1808 atas perintah Gubernur Jendral Daendels.

Orang Belanda menyebutnya sebagai Werfstraat Gevangnis atau Penjara Jalan Werstraat.

Sementara orang Surabaya menyebutnya Penjara Kalisosok karena berada di dekat Kali Sosok.

Meskipun sudah tidak berfungsi sebagai penjara, bangunannya masih berdiri kokoh dan bisa dikunjungi.

Baca Juga: Bye-bye Sariawan! Kenali Penyebab dan Solusi Ampuhnya

Jembatan Merah
Ikon penting kota Surabaya ini dibangun tahun 1809, menghubungkan kawasan Pecinan, Arab dan Eropa.

Jembatan ini menjadi titik vital perdagangan pada masa Hindia Belanda.

Pada masa perjuangan kemerdekaan, Jembatan Merah jadi salah satu tempat perjuangan rakyat Surabaya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini