Sebagian besar masyarakatnya hidup sebegai petani dan peternak.
Hasil pertanian utamanya padi yang bisa panen setahun tiga kali. Selain itu juga palawija.
Baca Juga: Banyumas, Surganya Wisata Alam untuk Ukir Momen Libur Nataru
Orang yang ke Desa Wisata Kebonagung bisa homestay dan beraktivitas seperti petani.
Seperti turun ke sawah, membajak dengan kerbau, menggembalakan itik, membuat emping dan tempe.
Terdapat pelatihan seni budaya juga, seperti karawitan, macapat, dan jathilan.
Baca Juga: Akhiri 2025 dengan Quality Time: Ini Rekomendasi Wisata Ramah Anak yang Wajib Dicoba
3. Desa Wisata Kasongan
Gerabah yang banyak dijual di Yogyakarta diproduksi salah satunya di Desa Wisata Kasongan.
Penduduk desa Kasongan dikenal sebagai perajin gerabah sejak zaman Hindia Belanda.
Orang bisa mengikuti workshop singkat membuat gerabah mulai dari mengolah tanah liat sampai menghiasnya.
Baca Juga: Waspada Wisata ke Air Terjun Saat Cuaca Ekstrem, Simak Tips Aman Sepanjang Perjalanan
Ada pun produk gerabah yang dihasilkan antara lain peralatan masak, guci, pot bunga dan lampu hias.
Selain gerabah, penduduk desa juga mampu menghasilkan kerajinan lain.
Seperti kipas, kerajinan bambu, batok kelapa dan topi batik.
Artikel Terkait
Pantai Baros, Tempat Wisata Asri di Bantul yang Cocok untuk Healing Saat Akhir Pekan
Mau ke Hutan Pinus Mangunan Bantul? Ini Rute Mudah ke Sana!
Kedung Parangan: Kolam Biru Eksotis di Bantul yang Ramai Tiap Weekend, Sudah Pernah ke Sini?
Kuatnya Nilai Sejarah, Kepercayaan, dan Tradisi di Goa Selarong, Bantul
Tidak Perlu Jauh-jauh ke Bali, Pantai Cangkring di Bantul Yogyakarta Juga Bisa untuk Surfing Sambil Menikmati Sunset
Pantai Unik di Bantul, Pemandangan dan Jembatannya Bikin Serasa di Negeri Ginseng