Kabar BUMN - Kuliner asal Betawi umumnya mendapat pengaruh kuat dari Tiongkok, Belanda, dan Arab.
Berbeda dengan kuliner Betawi warga Kampung Tugu yang mendapat pengaruh dari Portugis.
Ini tidak lepas dari kependudukan Portugis di Kampung Tugu yang sudah berdiri sejak 300 tahun lalu.
Kuliner tersebut masih bisa didapati di kawasan Kampung Tugu hingga sekarang.
Baca Juga: Destinasi Romantis di Karimunjawa yang Pas untuk Menutup Hari
Gado-gado siram
Konsepnya mirip gado-gado biasa, di mana sejumlah sayuran dicampur dengan bumbu kacang.
Pembedanya di jenis sayuran yang digunakan.
Gado-gado siram tidak menggunakan kangkung tapi bayam.
Bumbu kacangnya pun tidak diulek dan dicampur pada sayuran melainkan disiram di atas sayurannya.
Baca Juga: 4 Restoran Fine Dining Indonesia, Kuliner Tradisional Disajikan dengan Mewah dan Berkelas
Pisang udang
Camilan khas Kampung Tugu ini tampilannya mirip nagasari yang dibungkus daun pisang dan dikukus.
Pisang udang terbuat dari adonan tepung beras dan parutan pepaya muda.
Setelah itu diberi isi udang yang sudah dibumbu.
Artikel Terkait
Wisata ke Kampung Tugu, Kampungnya Masyarakat Keturunan Portugis yang Sudah Berumur 200 Tahun
Faktor Keterbatasan Bahan Baku, Kuliner Betawi Ini Sekarang Semakin Langka
Sejarah dan Fakta Nasi Ulam Khas Betawi yang Masuk Warisan Budaya Tak Benda
3 Warung Makan Betawi di Depok, Salah Satunya Menyajikan Menu yang Tidak Biasa Disajikan di Tempat Lain
Sejarah dan Fakta Asinan Betawi yang Ternyata Mengadopsi Cara Mengolah Makanan Masyarakat Tionghoa
Uniknya Kuliner Cikarang, Kombinasi Cita Rasa Jawa Barat dan Betawi