Baca Juga: Rekomendasi Hotel Mewah di Yogyakarta yang Menyediakan Sarapan Buffet Lengkap dan Lezat
Lahirlah lagu Stille Nacht yang kemudian diterjemahkan dalam berbagai bahasa.
Dalam bahasa Indonesia dikenal dengan nama Malam Kudus.
Lagu Malam Kudus pertama kali dinyanyikan dengan iringan organ pada misa malam Natal tahun 1818.
Sejak itu menjadi tradisi lagu tersebut dinyanyikan pada misa malam Natal.
Baca Juga: Nutrisi Wajib Bagi Pelari Saat Maraton, Menambah Stamina dan Performa Latihan
Karaoke station Malam Kudus
Bangunan museum terdiri atas dua lantai. Di lantai bawah menjadi ruang kerja sekaligus ruang eksebisi.
Di ruang kerjanya sisa-sisa barang milik Gruber masih dirawat dengan baik.
Termasuk organ yang dulu pernah digunakan untuk menciptakan lagu Malam Kudus.
Organ ini sudah direnovasi pada tahun 2018.
Baca Juga: Bukan Sekadar Tren, Minum Kopi Juga Punya Segudang Manfaat Bagi Kesehatan
Di lantai atas museum ini pengunjung juga bisa mendapat gambaran kehidupan keluarga Gruber.
Di ruang keluarga ini tedapat foto-foto keluarga Gruber, barang-barang keluarga, termasuk puzzle dan board game.
Di museum ini terdapat karaoke station berisi lagu Malam Kudus dari berbagai bahasa dan aransemen berbeda-beda.***
Artikel Terkait
Rekomendasi Makanan yang Cocok Dihidangkan Saat Hari Raya Natal
Desember yang Berbeda di Kota Natal Terindah di Dunia, Dihiasi Pohon dan Lampu Natal dengan Tradisi Ratusan Tahun
Tradisi Natal yang Unik dan Berbeda dari Tradisi yang Umum di Dunia
Gereja yang Menjadi Destinasi Impian Umat Katolik di Dunia untuk Merayakan Misa Malam Natal
Rangkaian Perayaan Natal di Vatican City, Meriah dan Khidmat Dihadiri Belasan Ribu Orang dari Seluruh Dunia
Fakta Menarik di Balik Lagu-Lagu Natal yang Populer