Bekas Area Tambang di Sumatra yang Diubah Menjadi Tempat Wisata Alam dan Sejarah

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 24 Desember 2025 | 13:00 WIB
Perkembangan kota dan pertambangan Sawahlunto dari tahun 1891 sampai 1970-an itu bisa dilihat di Museum Tambang Batu Bara Ombilin. (ilmutambang.com)
Perkembangan kota dan pertambangan Sawahlunto dari tahun 1891 sampai 1970-an itu bisa dilihat di Museum Tambang Batu Bara Ombilin. (ilmutambang.com)

Danau Kaolin terbentuk dari air hujan yang tertampung selama bertahun-tahun pada cekungan bekas kerukan tambang.

Baca Juga: Lokasi Wisata Kuliner di Sapporo, Jepang, Lain Tempat Lain Menu Andalannya

Di sekelilingnya terdapat bukit-bukit dan pasir putih yang tidak bisa ditumbuhi tanaman.

Waktu terbaik berkunjung di siang hari, saat matahari memanculkan cahayanya.

Ini menghasilkan pemandangan yang sangat memesona.

Baca Juga: Rasakan Sensasi Cappadocia di The Lodge Maribaya Bandung, Cocok Jadi Tujuan Libur Akhir Tahun

Deretan pohon cemara di Bangka Botanical Garden yang menjadi lokasi foto favorit. (swiss-belhotel.com)

4. Bangka Botanical Garden
Tempat wisata edukasi ini lokasinya dekat dengan Pantai Pasir Padi.

Jaraknya sekitar 14 kilometer dari pusat kota Pangkalpinang.

Dulunya tempat ini bekas tambang timah.

Setelah tidak ada aktivitas pertambangan, kawasannya direklamasi dan menjadi tempat wisata.

Baca Juga: Seru-seruan di Dufan Jakarta Saat Libur Akhir Tahun 2025-2026, Ini Harga Tiket Terbarunya!

Bangka Botanical Garden dibangun tahun 2016 dan menjadi destinasi favorit warga lokal dan luar kota.

Kebun memiliki luas sekitar 300 hektare. Seluruh lahan berubah menjadi kawasan hijau.

Tidak hanya itu, Bangka Botanical Garden juga ada tempat peternakan dan perikanan.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini