Bekas Area Tambang di Sumatra yang Diubah Menjadi Tempat Wisata Alam dan Sejarah

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 24 Desember 2025 | 13:00 WIB
Perkembangan kota dan pertambangan Sawahlunto dari tahun 1891 sampai 1970-an itu bisa dilihat di Museum Tambang Batu Bara Ombilin. (ilmutambang.com)
Perkembangan kota dan pertambangan Sawahlunto dari tahun 1891 sampai 1970-an itu bisa dilihat di Museum Tambang Batu Bara Ombilin. (ilmutambang.com)

Kabar BUMN - Tidak terbatas pada komoditi pertanian, Pulau Sumatra juga kaya akan hasil tambang.

Di masa pendudukan Belanda, sejumlah wilayah di Sumatra yang awalnya tidak tersentuh, dibuka untuk pertambangan.

Dari situ juga muncul kota pertambangan yang kemudian berkembang pesat.

Semua kota pertambangan di Sumatra ini meninggalkan jejak sejarah yang menarik untuk dikunjungi.

Baca Juga: Tak Harus Keluar Rumah, Ini Ide Seru Merayakan Malam Tahun Baru 2025

1. Sawahlunto
Kota kecil di Sumatra Barat ini terkenal sebagai salah satu tambang batu bara terbesar di Indonesia.

Diawali dari penemuan kandungan batu bara oleh geolog Belanda pada tahun 1867.

Kota Sawahlunto sendiri berdiri tahun 1888 dan menjadi salah satu kota tambang tertua di Asia Tenggara.

Saat ini sudah tidak ada aktivitas pertambangan di Sawahlunto.

Baca Juga: 4 Kota di Tiongkok yang Tampak Semakin Memesona di Musim Dingin Karena Tumpukan Saljunya

Sempat mati, tahun 2000 kota ini direvitalisasi menjadi tempat wisata sejarah dan alam.

Ada banyak wisata sejarah yang bisa dikunjungi, salah satunya Museum Tambang Ombilin.

Ada pula Kawasan Tambang Batu Bara Ombilin yang masuk dalam situs warisan budaya yang dilindungi UNESCO.

Masih tersisa pula lokomotif tua, Mak Itam, yang dulu jadi sarana transportasi membawa batu bara.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini