Kejadiannya pun bisa menyerang siapa saja, namun memang lebih rentan pada mereka yang mengalami gangguan kesehatan mental.
Baca Juga: Ciptakan Kedekatan Dengan Seluruh Anggota Keluarga, Lakukan Aktivitas Sehari-hari Ini Di Saat Libur
Beberapa ciri dari serangan panik antara lain; stres yang berkepanjangan, perasaan takut mati, kehilangan kontrol akan sekitarnya, merasa tidak 'nyambung' dengan sekeliling atau diri sendiri.
Kemudian, jantung yang berdebar-debar cepat, dada terasa nyeri, mual, keringat dingin, gemetaran, kepala seperti berputar.
Seseorang yang sering mengalami serangan panik bisa dianggap menderita panic disorder. Bila ini sudah terjadi sebaiknya konsultasikan langsung dengan dokter.
Baca Juga: Studi Baru: Minum Multivitamin Setiap Hari Bisa Tingkatkan Daya Ingat Dalam 3 Tahun
Perbedaan Serangan Kecemasan dan Serangan Panik
Seseorang bisa mengalami serangan kecemasan dan serangan panik secara bersamaan. Perbedaan antara keduanya terlihat dalam sumber yang menjadi pemicu.
Serangan cemas hadirnya secara perlahan, lebih lama, dan tidak secepat serangan panik. Misalnya, jantung sedikit berdebar atau perut jadi mules. Sementara serangan panik biasanya hadir tanda diduga dan begitu cepat.
Serangan kecemasan dan serangan panik adalah hal yang lumrah. Setiap orang, tanpa memandang umur pernah mengalami hal ini. Tetapi tidak semua serangan panik bisa berubah menjadi panic disorder.***
Artikel Terkait
10 Kebiasaan Orang-orang Sehat yang Bisa Anda Ikuti untuk Menjaga Kesehatan Tubuh dan Pikiran
Lagi Bahagia Bisa Masuk Kantor Baru, Kok Harus Ketemu Senior Toxic. Coba Ini Untuk Menaklukkannya
Waspadai Bahaya Penggunaan Ponsel Terlalu Sering, Baik Itu Untuk Kesehatan Fisik dan Mental
6 Manfaat Mandi Air Dingin, Bagus untuk Kesehatan Fisik dan Mental
Waspada! Ternyata Menstruasi Tidak Teratur Berpengaruh pada Kesehatan Jantung
Penting! 5 Aktivitas Sederhana untuk Bantu Jaga Kesehatan Mental di Tempat Kerja