Gua berlubang
Bom yang dijatuhkan tentara sekutu menyisakan lubang besar di atas Gua Binsari.
Lubang itu masih bisa dilihat sampai sekarang.
Sisa-sisa gua juga dibiarkan begitu saja, ditumbuhi akar-akar pohon yang menjuntai seperti tali tambang.
Baca Juga: Bukan Sekadar Museum, Begini Serunya Menjelajah Museum Nasional Indonesia
Untuk masuk ke dalam gua sudah disediakan tangga dengan pegangan yang aman.
Orang bebas menjelajahi isi Gua Binsari.
Pada satu sudut disimpan sisa-sisa tengkorak tentara Jepang yang dulu terkurung dalam gua.
Baca Juga: Tanjung Karang Donggala, Pantai Tenang dengan Keindahan Bawah Laut
Sebagian mayat-mayat tentara Jepang yang jadi korban ini baru berhasil dipindahkan pada 1970-an.
Konon sebelum dievakuasi dan dikremasi, sering terdengar suara jeritan dari dalam gua.
Sekarang sudah tidak lagi, tapi kesan gelap, dingin, dan mengerikan masih terasa di dalam gua.
Baca Juga: Rencana Trip 2026? Coba Pendakian Tektok Gunung Api Purba Nglanggeran di Jogja
Taman wisata
Setelah Gua Binsari ditetapkan sebagai situs bersejarah pada 1980, dilakukan sedikit perubahan.
Gua Jepang ini diubah menjadi Taman Wisata Gua Jepang Binsari.
Artikel Terkait
3 Tempat Makan Papua di Jakarta, Memuaskan Kerinduan Pada Papeda
Mengenal Cita Rasa Asli Timur Indonesia: Makanan Khas Papua yang Unik dan Menggugah Selera
Ragam Minuman Tradisional Papua, Dibuat dari Bahan Lokal dengan Beragam Manfaat Menyehatkan
Telaga Biru Samares di Biak: Tempat Sederhana yang Menawarkan Keindahan Maksimal
Rekomendasi Tempat Wisata di Provinsi Terindah di Pulau Papua, Selain Raja Ampat
Jelajah Jejak Penginjilan dan Peradaban Pertama Papua di Pulau Mansinam