Waspadai! Vape Lebih Berbahaya dari Rokok

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Selasa, 6 Juni 2023 | 13:30 WIB
Ilustrasi. Orang dengan asap yang berasal dari vape. (Pexels)
Ilustrasi. Orang dengan asap yang berasal dari vape. (Pexels)

Kabar BUMN - Kampanye anti rokok sudah bergaung sejak bertahun-tahun lamanya. Orang jadi menyadari bahaya yang ditimbulkan bagi kesehatan bila merokok. Karenanya, beberapa perokok mulai mencari cara untuk menggantikan rokok.

Salah satu yang sering dijadikan alternatif adalah vape. Vape atau kadang disebut juga dengan rokok elektrik pada dasarnya mirip dengan rokok.

Orang akan menghirup uap atau kabut yang dihasilkan rokok elektrik ini dan masuk ke dalam paru-paru. Cara kerja vape adalah dengan memanaskan cairan nikotin, perasa, proprile dan zat-zat lain yang berubah menjadi aerosol lalu dihirup.

Baca Juga: Makanan Favorit Bung Karno, Sederhana dan Sangat Indonesia

Di sejumlah generasi millenial dan gen Z, vape sudah jadi salah satu lifestyle menggantikan rokok. Sayang saja, vape tidak lebih baik dari rokok. Malah, dalam beberapa kasus efek yang ditimbulkan vape sama atau lebih berbahaya dari rokok.

Menghirup zat kimia
Bila seorang perokok merusak paru-paru mereka dengan nikotin, maka orang yang mengirup vape merusak paru-paru mereka dengan nikotin dan zat kimia. Karena untuk menghasilkan uap atau asap, vape menggunakan zat kimia yang berbahaya dan juga menyebabkan ketagihan.

Perlu diketahui, vape diisi sejumlah cairan yaitu perasa (seperti rasa stroberi, mentol, bubblegum atau anggur), nikotin, propylene glycol dan glycerin yang berfungsi untuk menghasilkan asap.

Baca Juga: Cegah Penuaan Dini pada Kulit dengan Tiga Bahan Berikut Ini

Setiap flavour atau perasa ini umumnya mengandung zat kimia yang berbeda-beda, tergantung dari pabrik pembuatnya. Namun zat-zat kimia tersebut dapat menyebabkan sejumlah penyakit.

Penyakit asma
Walau penyakit asma umumnya penyakit bawaan. Namun, mereka yang mengirup vape pun bisa menderita penyakit ini. Bagi mereka yang sudah punya penyakit asma, bila menghirup vape, kondisi asma akan semakin buruk.

Kerusakan paru-paru dan jantung
Selain nikotin, ada banyak zat kimia yang digandung dalam vape. Salah satunya adalah diacetyl. Ini merupakan zat yang menyebabkan obliterans bronkiolitis atau disebut juga paru-paru popcorn. Zat ini menyebabkan jaringan parut di dalam paru-paru.

Baca Juga: 7 Makanan Terbaik untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Sebuah studi dari University of North Carolina menemukan ada dua zat kimia yang juga dalam vape yaitu propylene glycol dan vegetable gycerin. Kedua zat ini merupakan racun bagi sel-sel tubuh.

Zat lain yang juga ada dalam vape adalah acetaldehyde, acrolein dan formaldehyde. Zat-zat ini diyakini menyebabkan penyakit paru-paru dan juga penyakit jantung.

Ada pula THC (tetrahydrocannabinol), yaitu zat kimia yang mampu membuat orang fly. Sedangkan Vitamin E acetate juga bisa menyebabkan penyakit yang berhubungan dengan paru-paru.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: clevelandclinic, cdc.gov, lung.org

Tags

Artikel Terkait

Terkini