Gunung Batur dan Gunung Agung dianggap sebagai perwujudan Purusha (pria) dan Pradhana (perempuan). Keduanya tidak bisa bersinergi untuk menciptakan kesuburan dan kesejahteraan bagi masyarakat Bali.
Karena itu ada sebagai turis tidak boleh sembarang ketika berada di gunung Batur.
Beberapa pantangannya antara lain, tidak boleh membawa makanan dalam jumlah ganjil, tidak boleh memasak dan memakan daging sapi dan perempuan yang sedang menstruasi dilarang untuk berkunjung di tempat ini.
Baca Juga: Mau Minum Kopi Apa Siang Ini? Selain Americano, Ini 6 Jenis Minuman Kopi Terpopuler
4. Desa Trunyan
Menyandang gelar pulau Dewata, Bali memiliki banyak tempat yang dianggap sakral. Selain Gunung Batur, ada pula Desa Truyan.
Desa ini ada di Kintamani, Bali. Penduduk daerah Trunyan memiliki tradi pemakaman yang unik. Jenazah diletakan di atas tanah dan di bawah pohon taru menyang. Tulang belulang manusia dijajarkan dan terlihat jelas.
Turis dipersilakan untuk berkunjung ke desa ini dan melihat pemakaman di sana. Namun, mereka harus mematuhi aturan yang berlaku.
Antara lain tidak boleh berkata kotor, tidak boleh memegang tengkorak atau mengambil barang-barang yang ada di sekitar kuburan dan tidak boleh melakukan hal-hal yang tidak sopan. Bagi perempuan yang sedang menstruasi juga dilarang datang. ***
Artikel Terkait
5 Wisata Air Terjun di Banyuwangi yang Tenang dan Menyegarkan
Tidak Jauh Banget Dari Surabaya, Ini Tempat Wisata yang Cocok Buat Healing Bersama Keluarga
Kelebihan Wisata dalam Negeri: Mempertimbangkan Pesona Indonesia Sebelum Memilih ke Luar Negeri
Panduan Praktis: Cara Mengelola Budget Wisata Anda dengan Efektif
Rekomendasi 6 Museum yang Wajib Dikunjungi Saat Wisata ke Kota Solo
Kenalan dengan Batara Kresna, Kereta Api Unik di Kota Solo yang Jadi Alternatif Wisata untuk Keluarga