Baca Juga: Jalan-Jalan ke TMII Makin Seru, Banyak Hiburan Bisa Dinikmati dengan Satu Tiket Masuk
Legen
Minuman manis dan segar ini berasal dari Tuban dan Gresik. Dibuatnya dari sadapan getah pohon lontar.
Getah lontar ini difermentasi 4-10 jam. Warnanya putih keruh dan cita rasanya manis asam.
Legen sering menjadi minuman berbuka puasa karena tinggi kandungan elektrolit yang baik untuk menghidrasi tubuh.
Meskipun difermentasi, legen tidak mengandung alkohol, tetapi bila difermentasi lebih lama, bisa jadi tuak.
Baca Juga: 5 Kuliner Malam Legendaris Semarang yang Selalu Ramai hingga Dini Hari
Arak bali
Minuman fermentasi tradisional ini sangat populer di Bali. Dibuat dari nira yang difermentasi tiga hari.
Setelah itu dimasukkan dalam kekep (alat penyulingan tradisional), dipanaskan di tungku api selama 5-10 jam.
Uap yang dihasilkan dari rebusan dialirkan lewat pipa bambu dan inilah yang menjadi arak bali.
Arak bali telah menjadi salah satu minuman yang hadir dalam ritual keagamaan di Bali.***
Artikel Terkait
Asal Mula Minuman dan Penamaan Dirty Latte, Variasi Kopi Kekinian yang Lagi Viral
Ragam Minuman Tradisional Papua, Dibuat dari Bahan Lokal dengan Beragam Manfaat Menyehatkan
5 Minuman Tradisional Korea yang Menyehatkan, Ada yang Cocok untuk Udara Dingin
5 Produk Minuman yang Perlu Dicoba Selagi Bertahun Baru di Thailand, Segar Menyehatkan
Fakta Menarik Tentang Latte, Minuman Kopi yang Kembali Populer Karena Menu Dirty Latte
Daftar Minuman Ringan yang Mudah Ditemukan di Supermarket dan Konbini di Jepang