Minuman Fermentasi Tradisional Indonesia, Tidak Semuanya Mengandung Alkohol

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 19 Januari 2026 | 10:00 WIB
Tidak semua minuman fermentasi tradisional Indonesia memabukkan, karena ada yang kadar alkoholnya sangat rendah.   (Instagram/@nasitekorbali- via palpos.bacakoran.co)
Tidak semua minuman fermentasi tradisional Indonesia memabukkan, karena ada yang kadar alkoholnya sangat rendah. (Instagram/@nasitekorbali- via palpos.bacakoran.co)

Baca Juga: Jalan-Jalan ke TMII Makin Seru, Banyak Hiburan Bisa Dinikmati dengan Satu Tiket Masuk

Legen
Minuman manis dan segar ini berasal dari Tuban dan Gresik. Dibuatnya dari sadapan getah pohon lontar.

Getah lontar ini difermentasi 4-10 jam. Warnanya putih keruh dan cita rasanya manis asam.

Legen sering menjadi minuman berbuka puasa karena tinggi kandungan elektrolit yang baik untuk menghidrasi tubuh.

Meskipun difermentasi, legen tidak mengandung alkohol, tetapi bila difermentasi lebih lama, bisa jadi tuak.

Baca Juga: 5 Kuliner Malam Legendaris Semarang yang Selalu Ramai hingga Dini Hari

Arak bali
Minuman fermentasi tradisional ini sangat populer di Bali. Dibuat dari nira yang difermentasi tiga hari.

Setelah itu dimasukkan dalam kekep (alat penyulingan tradisional), dipanaskan di tungku api selama 5-10 jam.

Uap yang dihasilkan dari rebusan dialirkan lewat pipa bambu dan inilah yang menjadi arak bali.

Arak bali telah menjadi salah satu minuman yang hadir dalam ritual keagamaan di Bali.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini