Healing Sekaligus Belajar di Pantai Taman Kili-kili Trenggalek, Lokasi Konservasi Penyu dengan Pemandangan Memukau

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Senin, 19 Januari 2026 | 11:30 WIB
Pelepasan tukik alias anak penyu di Pantai Taman Kili-Kili, Trenggalek. (KBRT/Kominfo Trenggalek)
Pelepasan tukik alias anak penyu di Pantai Taman Kili-Kili, Trenggalek. (KBRT/Kominfo Trenggalek)

Kabar BUMN – Terletak di Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, Pantai Taman Kili-kili menjadi salah satu destinasi wisata bahari yang memikat di pesisir selatan Jawa Timur.

Pantai ini terkenal tidak hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga peranannya dalam konservasi penyu yang menjadi daya tarik edukatif bagi pengunjung dari berbagai usia.

Baca Juga: 4 Mall Terbaru di Jakarta, Bisa Menjadi Tujuan Wisata Belanja dan Kuliner Tahun 2026

Lokasi dan Rute Akses

Pantai Taman Kili-kili berada sekitar 55 km dari pusat kota Trenggalek dan berada ±3 km dari Pantai Pelang yang juga populer di kawasan tersebut.

Akses menuju lokasi dapat ditempuh dari arah Jalan Nasional Trenggalek–Pacitan, dan mudah dilalui oleh kendaraan pribadi seperti motor maupun mobil.

Jika berangkat dari pusat Trenggalek, wisatawan cukup berkendara menuju selatan melewati Jalan Raya Karangan dan Jalan Raya Dongko, kemudian belok kanan di pertigaan dekat Kantor Kecamatan Dongko menuju Jalan Raya Panggul.

Dari Balai Kota Kecamatan Panggul, tujuan tinggal sekitar 3,8 km atau 9 menit berkendara lagi untuk tiba di Pantai Taman Kili-kili.

Baca Juga: Panduan Mencari Pemasukan Tambahan dengan Bisnis Makanan Agar Berumur Panjang

Pantai Taman Kili-Kili, Trenggalek. (pantainesia.com)

Daya Tarik Wisata

Pantai Taman Kili-kili terkenal dengan konservasi penyu bertelur yang menjadi nilai tambah utama kunjungan.

Setidaknya empat jenis penyu — yakni penyu abu-abu (Penyu Lekang), penyu hijau, penyu sisik, dan penyu belimbing — sering mendarat dan bertelur di kawasan ini.

Aktivitas bertelur penyu yang dilestarikan menjadikan lokasi ini tidak hanya sebagai destinasi rekreasi, tetapi juga wisata edukatif dan konservatif.

Pengunjung pun berkesempatan menyaksikan proses penetasan telur penyu dan pelepasan tukik (anak penyu) ke laut, terutama pada musim bertelur.

Panorama pasir lembut yang membentang panjang berpadu dengan pepohonan pinggir pantai juga menciptakan pemandangan yang menenangkan dan cocok untuk relaksasi.

Baca Juga: Jalan-Jalan ke TMII Makin Seru, Banyak Hiburan Bisa Dinikmati dengan Satu Tiket Masuk

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini