Jejak Masa Awal Majapahit di Tulungagung, Mengintip Keunikan Gua Selomangleng

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Kamis, 29 Januari 2026 | 12:00 WIB
Wisata Gua Selomangleng, Tulungagung. (Instagram @lengkong_sanggar_)
Wisata Gua Selomangleng, Tulungagung. (Instagram @lengkong_sanggar_)

Kabar BUMN - Jejak sejarah masa awal Kerajaan Majapahit dapat ditemukan di Tulungagung melalui Gua Selomangleng, sebuah situs cagar budaya yang menawarkan pengalaman wisata berbeda dari destinasi alam pada umumnya.

Berada di kawasan yang masih asri, gua ini menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin menyelami sisi sejarah dan budaya daerah.

Gua Selomangleng terletak di Desa Sanggrahan, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, dan berada di kawasan Perhutani BKPH Kalidawir.

Baca Juga: Akhir Bulan Jadi Batas Akhir Program Rejeki wondr BNI, Ini yang Perlu Dimaksimalkan

Gua ini merupakan cerukan yang dipahat pada bongkahan batu vulkanik besar.

Sejak tahun 2019, Gua Selomangleng telah ditetapkan sebagai cagar budaya, menegaskan nilai historis yang dimilikinya.

Kompleks Gua Selomangleng terdiri dari dua gua yang dipahat dari satu batu gunung besar dan berbatasan langsung dengan kebun milik warga.

Baca Juga: Meriahnya Solo Saat Imlek, Panduan Liburan Singkat Menjelajahi Atraksi Budaya dan Kuliner Lezat

Gua pertama menghadap ke arah barat dengan bentuk segi empat. Pada bagian mulut gua, terlihat relief manusia berdiri di sisi kanan dan kiri, serta relief kala berukuran besar di bagian atas mulut gua yang menjadi ciri khasnya.

Di sisi utara mulut gua pertama, terdapat pahatan tangga dengan delapan anak tangga yang mengarah ke bagian atas batu.

Sementara di bagian dalam gua, dinding-dindingnya dihiasi relief yang menggambarkan kisah Arjuna Wiwaha, mulai dari perintah Dewa Indra kepada para bidadari hingga adegan turunnya bidadari dari kahyangan ke bumi.

Baca Juga: Hujan Turun Saat Berwisata, Perhatikan Keselamatan di Jalan

Gua kedua berada di sisi selatan gua pertama. Bentuknya juga segi empat dan menghadap ke selatan, namun tampil jauh lebih sederhana.

Dengan kedalaman sekitar 380 sentimeter, gua ini tidak memiliki relief atau ornamen, memberikan kontras yang jelas dengan gua pertama yang sarat pahatan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Sumber: kebudayaan. kemdikbud.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini