Baik itu toko obat, rumah teh, tempat opium, atau tempat makan.
Arstitekturnya bergaya kombinasi gaya kolonial dan tradisional China.
Sayangnya, di awal abad 20-an banyak penghuni di Kwai Chai Hong pindah.
Bangunan di kawasan itu jadi terabaikan. Banyak yang rusak dan kosong.
Baca Juga: Ragam Rendang di Payakumbuh, Surganya Kuliner Rendang
Koleksi mural
Selama puluhan tahun Kwai Chai Hong jadi lorong yang gelap dan tidak terurus.
Baru tahun 2019 Kwai Chai Hong mengalami revitalisasi. Perhatian khusus diberikan untuk bangunan dari kayu.
Bangunan ini sebisa mungkin dipertahankan, saat dicat warnanya sampai disamakan dengan zaman dulu.
Dindingnya pun dihiasi mural hasil karya seniman lokal.
Baca Juga: Rekomendasi Coffee Shop untuk WFC di Bintaro, Suasana dan Kekuatan Wifinya Mendukung
Tujuannya sebagai cara mengenang kehidupan di Kwai Chai Hong.
Semua muralnya menggambarkan kehidupan penduduk di Pecinan di tahun 1960-an.
Seperti lukisan gadis kecil yang mengintip dari jendela, Gadis Kabaret, dan seorang tukang cukur.
Ada pula hiasan bergambar sosok perempuan yang terbuat dari ribuan potongan keramik.
Artikel Terkait
KL Forest Eco Park, Taman Hijau dengan Kealamian yang Menyegarkan di Tengah Kesibukan Kota Kuala Lumpur
4 Restoran Paling Tua di Kuala Lumpur, Sudah Berdiri Sebelum Kemerdekaaan Malaysia
10 Tempat Wisata Ikonik di Kuala Lumpur, Malaysia yang Tak Boleh Dilewatkan
4 Hutan Kota di Kuala Lumpur yang Menyuguhkan Pemandangan Hijau di Antara Ketegasan Gedung Batu
4 Waralaba Convenience Store yang Mudah Ditemukan di Kuala Lumpur, Memenuhi Kebutuhan Dasar dan Rekreasi Orang
Wisata ke Pulau Ketam, Malaysia, Surganya Boga Bahari Segar, Hanya Satu Jam dari Kuala Lumpur