Omah Lowo, Solo, Bangunan Aestetik yang Dulu Sempat Dipenuhi Ribuan Kelelawar

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 4 Februari 2026 | 15:30 WIB
Rumah tua yang kini menjadi Omah Lowo ini umurnya sudah lebih dari 100 tahun dan dulunya rumah orang Belanda. (Google/Divan Fernandes Lienardi)
Rumah tua yang kini menjadi Omah Lowo ini umurnya sudah lebih dari 100 tahun dan dulunya rumah orang Belanda. (Google/Divan Fernandes Lienardi)

Kabar BUMN - Banyak bangunan bersejarah di Solo yang kini menjadi objek wisata, salah satunya Omah Lowo.

Rumah tua yang umurnya sudah lebih dari 100 tahun ini dulunya rumah orang Belanda.

Omah Lowo merupakan sebuah bangunan bergaya kolonial yang didirikan tahun 1920.

Lokasinya cukup strategis di antara dua jalan utama dan di-hook jadi mudah ditemukan.

Baca Juga: Panduan Lengkap Niat Sahur dan Doa Buka Puasa untuk Ibadah yang Sempurna

Rumah kelelawar
Dulunya bangunan ini tempat tinggal Shie Djian Ho, seorang saudagar asal Belanda.

Pada masa perang kemerdekaan pernah menjadi tempat persembunyian pejuang Indonesia.

Setelah kemerdekaan sempat berfungsi sebagai Gedung Veteran, Kantor Haji, juga Kamar Dagang Solo.

Sebelumnya bangunan ini sempat terbengkalai lama hingga dihuni kelelawar.

Baca Juga: 4 Kuliner Berbahan Baku Nasi yang Populer dan Ikonik di Magelang

Penduduk setempat pun menyebutnya sebagai Omah Lowo.

Dalam bahasa Jawa, Omah Lowo artinya rumah kelelawar.

Nama ini melekat lama sampai akhirnya bangunan direnovasi di tahun 2016.

Tahun 2020, Omah Lowo dibuka untuk umum dan berubah nama menjadi Rumah Heritage Batik Keris.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini