Kabar BUMN - Banyak bangunan bersejarah di Solo yang kini menjadi objek wisata, salah satunya Omah Lowo.
Rumah tua yang umurnya sudah lebih dari 100 tahun ini dulunya rumah orang Belanda.
Omah Lowo merupakan sebuah bangunan bergaya kolonial yang didirikan tahun 1920.
Lokasinya cukup strategis di antara dua jalan utama dan di-hook jadi mudah ditemukan.
Baca Juga: Panduan Lengkap Niat Sahur dan Doa Buka Puasa untuk Ibadah yang Sempurna
Rumah kelelawar
Dulunya bangunan ini tempat tinggal Shie Djian Ho, seorang saudagar asal Belanda.
Pada masa perang kemerdekaan pernah menjadi tempat persembunyian pejuang Indonesia.
Setelah kemerdekaan sempat berfungsi sebagai Gedung Veteran, Kantor Haji, juga Kamar Dagang Solo.
Sebelumnya bangunan ini sempat terbengkalai lama hingga dihuni kelelawar.
Baca Juga: 4 Kuliner Berbahan Baku Nasi yang Populer dan Ikonik di Magelang
Penduduk setempat pun menyebutnya sebagai Omah Lowo.
Dalam bahasa Jawa, Omah Lowo artinya rumah kelelawar.
Nama ini melekat lama sampai akhirnya bangunan direnovasi di tahun 2016.
Tahun 2020, Omah Lowo dibuka untuk umum dan berubah nama menjadi Rumah Heritage Batik Keris.
Artikel Terkait
7 Jajanan Tradisional yang Wajib Dicicipi Saat ke Pasar Gede Solo
3 Tempat Makan di Solo dengan Nuansa Mewah Khas Keraton
Kuliner Mewah Solo yang Dulu Hanya Bisa Dinikmati Kaum Bangsawan, Ada yang Sekarang Sudah Langka
Wisata Edukasi ke Museum di Solo untuk Belajar Budaya Jawa Langsung di Pusatnya
Jelajahi Wisata Budaya dan Seni di Kota Solo, Destinasi Wajib Bagi Pecinta Sejarah dan Tradisi
Segarnya Kuliner Legendaris Solo, Es Dawet Telasih Bu Dermi di Pasar Gede