Museum Tumurun yang Memikat Hati dengan Koleksi Seni Kontemporernya yang Unik

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Kamis, 5 Februari 2026 | 15:30 WIB
Sebagian karya seni kontemporer koleksi Museum Tumurun, Solo. (Google/Restu Mustaqim)
Sebagian karya seni kontemporer koleksi Museum Tumurun, Solo. (Google/Restu Mustaqim)

Kabar BUMN - Kalau belum tahu, di Solo bisa ke Museum Tumurun untuk melihat karya seni kontemporer.

Dalam bahasa Jawa, tumurun artinya turun temurun.

Nama ini disematkan karena awalnya Museum Tumurun milik keluarga HM Lukminto, pendiri PT Sritex.

Museum pribadi ini dibuka untuk umum sejak tahun 2018.

Baca Juga: Kapan Libur Imlek 2026? Ini Jadwal Resmi, Long Weekend, dan Opsi Cuti yang Bisa Kamu Manfaatkan

Tidak ada tiket masuk alias gratis tetapi pengunjung harus reservasi terlebih dulu.

Bila kuota tiket gratis sudah habis, pengunjung bisa membeli tiket seharga Rp25.000 per orang.

Tujuan utama keberadaan museum untuk memperkaya dan memajukan pendidikan seni, khususnya di wilayah Solo.

Selain itu tempat ini bisa menjadi jembatan antara seni lokal dan internasional.

Baca Juga: Kawasan Terbuka dan Hijau di Bintaro dan Sekitarnya yang Cocok untuk Lokasi Jogging

Instalasi seni
Daya tarik dari Museum Tumurun adalah koleksinya yang sangat beragam dan instagramable.

Banyak yang datang, selain untuk melihat keindahannya juga untuk berfoto.

Benda-benda seni di Museum Tumurun jarang ditemukan di tempat lain.

Koleksinya meliputi lukisan klasik, seni kontemporer, instalasi seni, sampai mobil antik.

Baca Juga: Ide Tukar Kado dengan Teman di Hari Valentine yang Simpel tapi Berkesan

Di museum ini banyak dipamerkan karya seni pelukis dan perupa Indonesia terkenal.

Mulai dari karya Basoeki Abdullah, Raden Saleh, Hendra Gunawan, Affandi, sampai Eko Nugroho.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini