Kabar BUMN - Kalau belum tahu, di Solo bisa ke Museum Tumurun untuk melihat karya seni kontemporer.
Dalam bahasa Jawa, tumurun artinya turun temurun.
Nama ini disematkan karena awalnya Museum Tumurun milik keluarga HM Lukminto, pendiri PT Sritex.
Museum pribadi ini dibuka untuk umum sejak tahun 2018.
Baca Juga: Kapan Libur Imlek 2026? Ini Jadwal Resmi, Long Weekend, dan Opsi Cuti yang Bisa Kamu Manfaatkan
Tidak ada tiket masuk alias gratis tetapi pengunjung harus reservasi terlebih dulu.
Bila kuota tiket gratis sudah habis, pengunjung bisa membeli tiket seharga Rp25.000 per orang.
Tujuan utama keberadaan museum untuk memperkaya dan memajukan pendidikan seni, khususnya di wilayah Solo.
Selain itu tempat ini bisa menjadi jembatan antara seni lokal dan internasional.
Baca Juga: Kawasan Terbuka dan Hijau di Bintaro dan Sekitarnya yang Cocok untuk Lokasi Jogging
Instalasi seni
Daya tarik dari Museum Tumurun adalah koleksinya yang sangat beragam dan instagramable.
Banyak yang datang, selain untuk melihat keindahannya juga untuk berfoto.
Benda-benda seni di Museum Tumurun jarang ditemukan di tempat lain.
Koleksinya meliputi lukisan klasik, seni kontemporer, instalasi seni, sampai mobil antik.
Baca Juga: Ide Tukar Kado dengan Teman di Hari Valentine yang Simpel tapi Berkesan
Di museum ini banyak dipamerkan karya seni pelukis dan perupa Indonesia terkenal.
Mulai dari karya Basoeki Abdullah, Raden Saleh, Hendra Gunawan, Affandi, sampai Eko Nugroho.
Artikel Terkait
4 Museum Unik di Tokyo, Menambah Wawasan yang Berbeda dan Belum Tentu Didapat di Tempat Lain
Museum Paling Unik di Korea Selatan, Merangsang Otak Menikmati Pengetahuan dengan Cara yang Berbeda
Bukan Sekadar Museum, Begini Serunya Menjelajah Museum Nasional Indonesia
Wisata Edukasi ke Museum di Solo untuk Belajar Budaya Jawa Langsung di Pusatnya
Museum dengan Immersive Technology, Hadirkan Pengalaman Masuk ke Dunia Lain
Bukan Sekadar Museum, Benteng Vredeburg Tawarkan Aktivitas Seharian