Makna Puasa Ramadhan Menurut Syariat dan Dampaknya bagi Kehidupan

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Jumat, 6 Februari 2026 | 08:30 WIB
Penjelasan lengkap puasa Ramadhan mulai dari rukun, syarat wajib, hingga makna spiritual dan sosialnya menurut syariat Islam. (Freepik)
Penjelasan lengkap puasa Ramadhan mulai dari rukun, syarat wajib, hingga makna spiritual dan sosialnya menurut syariat Islam. (Freepik)

Niat tidak harus diucapkan secara lisan karena tempatnya berada di dalam hati. Namun, melafalkannya dianjurkan sebagai bentuk kehati-hatian dan penguatan kesadaran dalam beribadah.

Menahan Diri dari Pembatal Puasa

Rukun berikutnya adalah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa sejak fajar hingga matahari terbenam. Pembatasan ini tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga mengandung pesan moral.

Baca Juga: Kinerja Konsisten dan Arah Strategi 2026 Perkuat Saham Elnusa di Level Tertinggi Sejak IPO

Secara umum, hal-hal yang membatalkan puasa meliputi:

  • Makan dan minum dengan sengaja

  • Hubungan suami istri di siang hari

  • Tindakan lain yang secara fikih dinyatakan membatalkan puasa

Larangan tersebut bertujuan melatih pengendalian dorongan biologis dan emosional selama Ramadhan.

Baca Juga: Perut Cepat Lapar Saat Puasa? Bisa Jadi Karena Menu Sahur Ini

Syarat Wajib Puasa Ramadhan

Selain rukun, terdapat syarat wajib yang menentukan apakah seseorang dikenai kewajiban berpuasa atau tidak. Syarat ini berkaitan dengan kondisi individu yang menjalankan ibadah.

Syarat wajib puasa Ramadhan meliputi:

  • Beragama Islam, karena puasa merupakan kewajiban syariat bagi Muslim

  • Balig, sebagai tanda kesiapan menerima beban hukum

  • Berakal sehat, sehingga mampu memahami perintah dan larangan

  • Mampu secara fisik, tidak dalam kondisi sakit berat atau membahayakan diri

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini