Masyarakat setempat menyebutnya sebagai cap tangan darah.
Masyarakat juga percaya tempat dengan lukisan tersebut merupakan tempat sakral.
Baca Juga: Puasa Anti Lemas, Simak Rekomendasi Menu Sahur yang Membuat Perut Kenyang Lebih Lama
Lukisan cap tangan manusia ini sangat mirip dengan lukisan di beberapa tempat lain.
Yakni, di Sangkulirang, Kalimantan Timur, dan Gua Leangleang di Sulawesi Selatan.
Selain gambar cap tangan, di dinding gua juga tergambar tulang ikan, kecoak, kalajengking, dan ikan.
Baca Juga: Ini Trik Agar Tidak Terseret Politik Kantor yang Merugikan Karier
Di perkirakan lukisan ini berusia antara 3.000 sampai 5.000 tahun.
Para arkeolog menduga, zaman dulu permukaan laut sama datarnya dengan tebing batu karang.
Sehingga mudah bagi manusia prasejarah untuk melukis di tebing dan gua.
Sisa tengkorak
Di situs purbakala ini terdapat tersisa tengkorak dan kerangka tulang manusia.
Ini tidak lepas dari kebiasaan masyarakat di Kokas di zaman dulu.
Mereka punya kebiasaan meletakkan jasad di tebing batu, gua, atau di bawah pohon besar yang dianggap sakral.
Baca Juga: Eksplorasi Kampung-kampung Pecinan yang Ada di Indonesia, Destinasi Menarik untuk Liburan Imlek
Artikel Terkait
Mengunjungi Situs Purbakala Tercantik di Lombok, Pantai Semeti Punya Pemandangan Indah Bak Sebuah Lukisan
Mengunjungi Taman Purbakala Pugung Raharjo di Lampung Timur, Situs Purbangkala Temuan Para Transmigran
Eksplorasi Pesona Sragen, dari Wisata Alam hingga Museum Purbakala
4 Situs Purbakala di Indonesia, Jejak Awal Peradaban Manusia