Kabar BUMN - Bulan Ramadan selalu datang membawa semangat baru untuk beribadah lebih baik dari sebelumnya. Di awal bulan, masjid biasanya penuh dan suasananya begitu hidup. Namun, menjaga konsistensi hingga akhir Ramadan sering kali menjadi tantangan tersendiri.
Shalat tarawih merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan selama Ramadan. Di masa Rasulullah ﷺ, tarawih dilakukan secara berjamaah dan kemudian dilanjutkan secara luas pada masa Umar bin Khattab.
Karena itu, menjaga istiqomah dalam tarawih bukan hanya soal rutinitas, tetapi juga bentuk kesungguhan hati dalam memanfaatkan bulan penuh berkah ini.
Baca Juga: Ragam Kuliner dari Bambu Muda Khas Asia, Ketika Bambu Dimanfaatkan Sedari Muda
1. Luruskan Niat Sejak Malam Pertama
Segala sesuatu berawal dari niat. Tanamkan dalam diri bahwa kamu ingin memaksimalkan Ramadan, bukan sekadar ikut-ikutan suasana. Niat yang kuat akan menjadi pengingat ketika rasa malas mulai datang di pertengahan bulan.
2. Buat Target yang Realistis
Kalau kamu belum terbiasa tarawih penuh 23 rakaat, tidak perlu langsung memaksakan diri. Kamu bisa mulai dengan kemampuan terbaikmu, lalu meningkatkannya perlahan. Konsistensi lebih penting daripada semangat besar di awal tapi berhenti di tengah jalan.
Baca Juga: Buruan Lamar! Program Magang Admin PT Len Industri Tutup 27 Februari 2026
3. Jaga Energi dan Pola Istirahat
Sering kali tarawih terasa berat karena tubuh lelah setelah aktivitas seharian. Pastikan kamu mengatur waktu istirahat yang cukup dan tidak berlebihan saat berbuka. Makan secukupnya agar tubuh tetap ringan saat berdiri lama dalam shalat.
4. Pilih Lingkungan yang Mendukung
Tarawih berjamaah di masjid bisa menjadi motivasi tersendiri. Suasana kebersamaan membuat kamu lebih bersemangat dan merasa “rugi” jika melewatkannya. Jika tidak memungkinkan ke masjid, ajak keluarga untuk tarawih bersama di rumah agar tetap terasa hangat dan konsisten.
Baca Juga: Struktur Keuangan Kian Kokoh, Bank Mandiri Tegaskan Dukungan Nyata bagi Agenda Nasional
5. Ingat Keutamaan dan Pahalanya
Salah satu motivasi terbesar adalah memahami keutamaan tarawih. Dalam hadits disebutkan bahwa siapa yang melaksanakan qiyam Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. Mengingat janji ini bisa menjadi bahan bakar spiritual ketika semangat mulai menurun.
6. Jangan Menunggu Mood
Ibadah bukan soal suasana hati. Ada malam-malam ketika kamu merasa berat, malas, atau lelah. Justru di situlah latihan istiqomah dimulai—datang, berdiri, dan menyelesaikan tarawih meski hati belum sepenuhnya “siap”.
Baca Juga: Mengapa 14 Februari Diperingati sebagai Hari Valentine?
7. Evaluasi di Pertengahan Ramadan
Saat memasuki malam ke-10 atau ke-15, coba refleksikan perjalanan ibadahmu. Apakah masih konsisten? Jika mulai kendor, jangan menyerah. Bangkit lagi dan jadikan sisa hari Ramadan sebagai kesempatan memperbaiki diri.
Artikel Terkait
Menikmati Suasana Ramadan di Masjid Sheikh Zayed Solo, Mulai dari Berburu Takjil Gratis hingga Salat Tarawih dengan Imam dari Arab
Niat Sholat Tarawih: Sunnah Berkah yang Sayang Dilewatkan
Masjid Karya Waskita Menjadi Tempat yang Nyaman untuk Tarawih
Niat Sholat Tarawih: Bacaan Arab, Latin, dan Persiapan Menyambut Bulan Ramadan
Tips Istiqomah Menjalankan Ibadah Tarawih Selama Bulan Puasa Ramadan