Tips Istiqomah Melaksanakan Ibadah Tarawih dari Awal Sampai Akhir Ramadan

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Jumat, 13 Februari 2026 | 20:00 WIB
Tips istiqomah melaksanakan shalat tarawih selama bulan Ramadan agar tetap konsisten dari awal hingga akhir dengan penuh semangat dan keikhlasan. (Freepik)
Tips istiqomah melaksanakan shalat tarawih selama bulan Ramadan agar tetap konsisten dari awal hingga akhir dengan penuh semangat dan keikhlasan. (Freepik)

 

Kabar BUMN - Bulan Ramadan selalu datang membawa semangat baru untuk beribadah lebih baik dari sebelumnya. Di awal bulan, masjid biasanya penuh dan suasananya begitu hidup. Namun, menjaga konsistensi hingga akhir Ramadan sering kali menjadi tantangan tersendiri.

Shalat tarawih merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan selama Ramadan. Di masa Rasulullah ﷺ, tarawih dilakukan secara berjamaah dan kemudian dilanjutkan secara luas pada masa Umar bin Khattab.

Karena itu, menjaga istiqomah dalam tarawih bukan hanya soal rutinitas, tetapi juga bentuk kesungguhan hati dalam memanfaatkan bulan penuh berkah ini.

Baca Juga: Ragam Kuliner dari Bambu Muda Khas Asia, Ketika Bambu Dimanfaatkan Sedari Muda

1. Luruskan Niat Sejak Malam Pertama

Segala sesuatu berawal dari niat. Tanamkan dalam diri bahwa kamu ingin memaksimalkan Ramadan, bukan sekadar ikut-ikutan suasana. Niat yang kuat akan menjadi pengingat ketika rasa malas mulai datang di pertengahan bulan.

2. Buat Target yang Realistis

Kalau kamu belum terbiasa tarawih penuh 23 rakaat, tidak perlu langsung memaksakan diri. Kamu bisa mulai dengan kemampuan terbaikmu, lalu meningkatkannya perlahan. Konsistensi lebih penting daripada semangat besar di awal tapi berhenti di tengah jalan.

Baca Juga: Buruan Lamar! Program Magang Admin PT Len Industri Tutup 27 Februari 2026

3. Jaga Energi dan Pola Istirahat

Sering kali tarawih terasa berat karena tubuh lelah setelah aktivitas seharian. Pastikan kamu mengatur waktu istirahat yang cukup dan tidak berlebihan saat berbuka. Makan secukupnya agar tubuh tetap ringan saat berdiri lama dalam shalat.

4. Pilih Lingkungan yang Mendukung

Tarawih berjamaah di masjid bisa menjadi motivasi tersendiri. Suasana kebersamaan membuat kamu lebih bersemangat dan merasa “rugi” jika melewatkannya. Jika tidak memungkinkan ke masjid, ajak keluarga untuk tarawih bersama di rumah agar tetap terasa hangat dan konsisten.

Baca Juga: Struktur Keuangan Kian Kokoh, Bank Mandiri Tegaskan Dukungan Nyata bagi Agenda Nasional

5. Ingat Keutamaan dan Pahalanya

Salah satu motivasi terbesar adalah memahami keutamaan tarawih. Dalam hadits disebutkan bahwa siapa yang melaksanakan qiyam Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. Mengingat janji ini bisa menjadi bahan bakar spiritual ketika semangat mulai menurun.

6. Jangan Menunggu Mood

Ibadah bukan soal suasana hati. Ada malam-malam ketika kamu merasa berat, malas, atau lelah. Justru di situlah latihan istiqomah dimulai—datang, berdiri, dan menyelesaikan tarawih meski hati belum sepenuhnya “siap”.

Baca Juga: Mengapa 14 Februari Diperingati sebagai Hari Valentine?

7. Evaluasi di Pertengahan Ramadan

Saat memasuki malam ke-10 atau ke-15, coba refleksikan perjalanan ibadahmu. Apakah masih konsisten? Jika mulai kendor, jangan menyerah. Bangkit lagi dan jadikan sisa hari Ramadan sebagai kesempatan memperbaiki diri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini