Karena itu juga arstitektur masjid mencerminkan tiga budaya sekaligus, Tionghoa, Betawi dan Islam.
Baca Juga: Ngabuburit Bermanfaat, 7 Kegiatan Positif untuk Mengisi Waktu Menjelang Berbuka Puasa
Bangunannya sarat makna
Masjid berdiri dilahan seluas 793 meter persegi dan luasnya sekitar 297,5 meter persegi.
Masjid dibangun memadukan budaya Betawi dan Tionghoa.
Atap masjidnya terdiri atas lima pagoda yang mewakili lima rukun Islam.
Baca Juga: 5 Hal yang Sering Dikira Membatalkan Puasa Padahal Tidak
Pada bagian atap utama, pagodanya terdiri atas tiga susun yang mengambarkan kerangka agama Islam.
Pada bagian lain, terdapat pagoda kecil yang terdiri atas dua susun dengan makna mendalam.
Yakni, untuk mencapai kebahagian dunia akhirat perlu hubungan dengan Allah, manusia, dan mahluk hidup lain.
Baca Juga: Hal-hal yang Dapat Membatalkan Puasa, Bukan Hanya Makan dan Minum dengan Sengaja
Perpaduan tiga unsur
Bangunan Masjid Tjia Kang Hoo didominasi warna merah yang menjadi ciri khas arsitektur Tionghoa.
Tidak heran kalau banyak orang menyangka bangunan ini sebuah klenteng.
Untuk elemen penunjang dan akesoris masjid mengambil dari budaya Betawi.
Baca Juga: Libur Ramadan 2026 di Jakarta? Cek Info Terbaru Dufan Mulai Jam Buka hingga Harga Tiketnya
Ini tampak dari hiasan lisplang (papan panjang pada pinggir atap) yang mengunakan motif gigi balang.
Artikel Terkait
3 Masjid Indonesia Masuk ke Jajaran Terbesar di Asia Tenggara, Ini 5 Daftarnya!
Pantai Sari Ringgung, Surga Wisata dengan Puncak Indah dan Masjid Terapung di Lampung
Masjid Raya Syeikh Zayed Solo, Destinasi Wisata Religi Megah di Jantung Kota Bengawan
4 Masjid Besar dan Megah di Malaysia, Salah Satu Destinasi Terbaik untuk Disinggahi di Bulan Ramadan
4 Masjid Indonesia di Amerika Serikat, Dibangun untuk Kebutuhan Ibadah WNI
Masjid Tertua di Jakarta, Umurnya Sudah Lebih dari 250 Tahun