3. Campurkan Starter
Ambil sedikit susu hangat, campurkan dengan yoghurt plain, aduk rata. Setelah itu, tuangkan kembali ke dalam panci susu dan aduk perlahan hingga tercampur sempurna.
Pastikan alat yang kamu gunakan bersih dan kering agar fermentasi berhasil.
Baca Juga: Jajanan Tradisional Nusantara yang Muncul Hanya di Bulan Ramadan
4. Proses Fermentasi
Tuang campuran susu ke dalam wadah kaca atau plastik food grade yang memiliki penutup. Simpan di tempat hangat selama 6–12 jam.
Semakin lama fermentasi, rasa yoghurt akan semakin asam dan teksturnya lebih padat. Hindari menggeser atau mengguncang wadah selama proses ini.
Tips: Kamu bisa membungkus wadah dengan kain tebal atau menyimpannya di dalam oven yang dimatikan tetapi lampunya menyala agar suhu tetap hangat.
Baca Juga: EcoGrow Mom PTBA Dorong Perempuan Desa Bangkit, Sulap Pekarangan Jadi Sumber Pangan dan Ekonomi
5. Simpan di Kulkas
Setelah teksturnya mengental, masukkan yoghurt ke dalam kulkas minimal 2–3 jam sebelum dikonsumsi.
Pendinginan akan menghentikan proses fermentasi dan membuat tekstur semakin set.
Baca Juga: Panduan Gadai Sertifikat Rumah Syariah di Pegadaian, Solusi Aman Saat Butuh Dana CepatTips Supaya Yoghurt Tidak Gagal
-
Gunakan susu full cream, jangan susu UHT rendah lemak.
-
Pastikan starter masih aktif (cek label mengandung bakteri hidup).
-
Jangan mencampurkan starter saat susu masih terlalu panas.
-
Gunakan wadah bersih dan steril.
-
Jangan membuka tutup selama fermentasi berlangsung.
Baca Juga: Mudik dengan Kendaraan Listrik, Ketahui Tantangan dan Strategi Tepat di Perjalanan
Artikel Terkait
Manfaat Rutin Konsumsi Yoghurt: Jaga Usus Sehat dan Cegah Risiko Kanker
Bolehkah Konsumsi Yoghurt Setiap Hari? Ini Penjelasannya
Rahasia Membuat CV yang Menarik Bagi Fresh Graduate Tanpa Pengalaman Magang
Tips Traveling dengan Kakek Nenek Tanpa Membuat Kelelahan dan Masalah Kesehatan
Puasa Anti Lemas, Simak Rekomendasi Menu Sahur yang Membuat Perut Kenyang Lebih Lama