Mengapa Allah Merahasiakan Malam Turunnya Lailatul Qadar?

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Kamis, 12 Maret 2026 | 17:00 WIB
Ketahui hikmah mengapa Allah merahasiakan malam Lailatul Qadar. Salah satunya agar umat Muslim lebih bersungguh-sungguh beribadah di akhir Ramadan. (Freepik)
Ketahui hikmah mengapa Allah merahasiakan malam Lailatul Qadar. Salah satunya agar umat Muslim lebih bersungguh-sungguh beribadah di akhir Ramadan. (Freepik)

Kabar BUMN - Malam Lailatul Qadar merupakan salah satu malam paling istimewa dalam bulan Ramadan. Malam ini disebut memiliki keutamaan yang sangat besar karena nilainya lebih baik dari seribu bulan.

Meski begitu, waktu pasti terjadinya Lailatul Qadar tidak disebutkan secara jelas, sehingga umat Muslim dianjurkan mencarinya pada malam-malam terakhir Ramadan.

Banyak ulama menjelaskan bahwa dirahasiakannya malam Lailatul Qadar memiliki hikmah yang besar bagi umat manusia. Hal ini bertujuan agar umat Muslim tidak hanya beribadah pada satu malam saja, tetapi berusaha memperbanyak ibadah sepanjang akhir Ramadan.

Baca Juga: Railink Gelar Aksi Sosial Ramadan, Salurkan Bantuan untuk Pesantren Tunarungu di Sleman

Agar Umat Muslim Lebih Bersungguh-sungguh Beribadah

Salah satu hikmah utama dirahasiakannya malam Lailatul Qadar adalah agar umat Islam semakin giat beribadah. Jika waktu pastinya diketahui, kemungkinan sebagian orang hanya akan fokus beribadah pada malam tersebut saja.

Dengan tidak disebutkan secara pasti, umat Muslim didorong untuk meningkatkan ibadah pada beberapa malam terakhir Ramadan. Hal ini membuat seseorang lebih konsisten dalam melakukan shalat malam, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak doa.

Baca Juga: Anti Mual di Jalan! Simak 7 Tips Mengatasi Mabuk Perjalanan Saat Mudik Naik Bus

Mendorong Keikhlasan dalam Beribadah

Hikmah lain dari dirahasiakannya Lailatul Qadar adalah untuk melatih keikhlasan. Ketika seseorang tidak mengetahui secara pasti kapan malam tersebut terjadi, ibadah yang dilakukan menjadi lebih tulus karena dilakukan semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Dengan cara ini, umat Muslim belajar untuk beribadah bukan hanya karena mengincar satu malam tertentu, tetapi karena kesadaran untuk selalu mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Baca Juga: Jelang Difungsionalkan, Hutama Karya dan Gubernur Sumsel Tinjau Kesiapan Tol Palembang–Betung

Menghidupkan Malam-Malam Terakhir Ramadan

Dirahasiakannya Lailatul Qadar juga membuat malam-malam terakhir Ramadan menjadi lebih hidup dengan berbagai ibadah. Banyak umat Muslim yang memanfaatkan waktu tersebut untuk melakukan qiyamul lail, membaca Al-Qur’an, berdzikir, hingga berdoa memohon ampunan.

Tradisi seperti iktikaf di masjid juga sering dilakukan pada periode ini sebagai bentuk kesungguhan dalam mencari keberkahan Lailatul Qadar.

Baca Juga: Len Industri Pamerkan Teknologi “Otak” Kapal Perang, Siap Perkuat Pertahanan Indonesia

Menguji Kesungguhan dan Kesabaran

Selain itu, dirahasiakannya malam Lailatul Qadar juga menjadi bentuk ujian bagi umat Muslim. Kesungguhan seseorang dalam beribadah selama sepuluh malam terakhir Ramadan menjadi cerminan kesabaran dan ketekunannya dalam mencari keberkahan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini