Tradisi ini muncul sejak abad ke 13 atau di kali pertama masuknya Islam di Lampung.
Sekura mendapat pengaruh kuat dari Kesultanan Banten. Diadakannya antara tanggal 1 sampai 7 Syawal.
Sekura adalah parade orang yang menutupi wajah dengan topeng, umumnya terbuat dari kayu.
Bisa juga hanya menutupi wajah dengan kain, kacamata, atau mewarnai wajah, selama wajah asli tidak terlihat.
Peserta parade akan berkeliling dari rumah ke rumah. Selesai acara semua berkumpul dan makan bersama-sama.
Baca Juga: 8 Kuliner Lebaran Paling Ikonik di Indonesia, Ada Favoritmu?
Grebeg Syawal
Ini salah satu tradisi Syawalan yang populer dan sukses menarik wisatawan.
Grebeg Syawalan dilakukan Keraton Yogyakarta, Solo, dan Cirebon. Acara digelar setelah puasa sunah 6 hari.
Meskipun mirip tapi antara tiga keraton ini terdapat sedikit perbedaan urutan acaranya.
Baca Juga: 7 Cara Menjaga Berat Badan Tetap Stabil Meski Banyak Makan Usai Lebaran
Di acara ini keraton membuat gunungan yang berisi hasil bumi.
Di Keraton Yogyakarta, gunungan diarak dari keraton sampai ke Masjid Gede Kauman.
Puncak acara, hasil gunungan diperebutkan masyarakat.
Artikel Terkait
Jelajah Dunia Bawah Laut di Sea World Ancol, Promo Presale Lebaran Spesial
Promo Tiket Dufan Lebaran 2026 Beli 1 Gratis 1, Ini Harga dan Jadwal Kunjungannya
Ajarkan Anak Bijak Kelola THR Lebaran, Ini Cara Sederhana yang Bisa Dilakukan Orang Tua
7 Hidangan Lebaran yang Selalu Hadir di Meja Makan
Ragam Kue Kering Tradisional Jawa yang Selalu Hadir di Hari Lebaran