4 Tradisi Syawalan di Indonesia, Menyambut Indahnya Bulan Syawal

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Jumat, 20 Maret 2026 | 18:30 WIB
Lebaran topat dilakukan suku Sasak di Lombok. Dalam bahasa Sasak topat artinya ketupat. (travellingindonesia.com)
Lebaran topat dilakukan suku Sasak di Lombok. Dalam bahasa Sasak topat artinya ketupat. (travellingindonesia.com)

Kabar BUMN - Setelah Idul Fitri, sebagian masyarakat Indonesia menggelar perayaan lanjutan yang dikenal dengan istilah Syawalan.

Syawalan dilaksanakan seminggu setelah Idul Fitri sampai bulan Syawal selesai.

Tujuannya mirip Idul Fitri, yaitu silahturahmi dan wujud syukur setelah melewati Ramadan.

Selain Grebek Syawal yang sudah populer, juga berlaku tradisi lain yang tak kalah uniknya.

Baca Juga: Ragam Pilihan Kuliner Murah dan Lezat di Pasar Beringharjo

Lebaran topat
Tradisi syawalan ini dilakukan suku Sasak di Lombok. Dalam bahasa Sasak topat artinya ketupat.

Lebaran topat merupakan Lebaran kecil. Perayaan dilangsungkan usai puasa sunah di bulan Syawal.

Puasa ini berlangsung 6 hari setelah Idul Fitri, sementara Lebaran topat dimulai setelah subuh.

Baca Juga: Panduan Lengkap Sholat Idul Fitri 1447 H: Niat, Tata Cara, dan Amalan Sunnah yang Perlu Kamu Tahu

Masyarakat mendatangi makam leluhur atau ziarah ke makam penyebar agama Islam di Lombok.

Di akhiri dengan makan ketupat dan piknik bersama.

Pada lebaran topat tempat wisata seperti Pantai Sengigi akan jadi sangat ramai.

Baca Juga: Dipegang Setiap Waktu dan Kesempatan, Jangan Malas Membersihkan Ponsel, Ini Caranya

Sekura
Tradisi sekura merupakan pesta rakyat yang berlangsung di Lampung Barat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini