Kabar BUMN - Dipengaruhi kekayaan rempah, budaya, dan teknik memasak, masyarakat di Jawa mengolah ayam menjadi beragam menu.
Perbedaan selera daerah, yakni rasa manis di Tengah dan gurih pedas di Timur, turut memperkaya variasi menu ayam.
Masyarakat Jawa bisa memasak menu ayam ini kapan saja, beberapa khusus untuk upacara tertentu saja.
Berikut beberapa olahan ayam tradisional Jawa.
Baca Juga: 7 Cara Cepat dan Sehat Menurunkan Berat Badan Usai Lebaran
Ayam Ingkung
Sebelum agama Islam masuk, ayam ingkung digunakan sebagai salah satu hidangan sesajian di tumpeng.
Dalam bahasa Jawa Kuno, kata ingkung diambil dari kata jinakung. Artinya memanjatkan doa.
Untuk membuat ayam ingkung, ayam kampung utuh diolah dan dihidangkan dengan seluruh jeroan dan telurnya.
Cara penyajiannya pun unik. Ayam harus diletakkan dalam posisi bersungkur seperti orang sedang berdoa.
Baca Juga: Temukan Pesona Kota Khas Eropa Zaman dulu di Tengah Udara Sejuk Rustic Market Sentul, Bogor
Ayam goreng kremes
Ayam goreng kremes aslinya dari daerah Kalasan, Sleman, Yogyakarta, tetapi juga bisa ditemukan di Solo.
Pembuat dan penjual asli ayam kremes ini Nini Ronodikromo atau lebih dikenal dengan nama Mbok Berek.
Ayam yang digunakan jenis ayam kampung yang digoreng kering. Setelah itu diberi taburan kremes yang gurih.
Artikel Terkait
Ragam Kuliner Lontong yang Populer di Pulau Jawa
Ragam Sambal dari Jawa Tengah, Kondimen Pelengkap dan Pelezat Makanan yang Serba Manis
Kuliner Jawa Tengah dengan Bahan Lontong, Sudah Ada Sejak Abad 15
Ragam Kue Kering Tradisional Jawa yang Selalu Hadir di Hari Lebaran