4 Olahan Ayam Tradisional Jawa, Tidak Hanya Lezat tapi Punya Nilai Filosofis

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Selasa, 24 Maret 2026 | 07:00 WIB
Untuk membuat ayam ingkung, ayam kampung utuh diolah dan dihidangkan dengan seluruh jeroan dan telurnya. (Instagram/@madewedastra)
Untuk membuat ayam ingkung, ayam kampung utuh diolah dan dihidangkan dengan seluruh jeroan dan telurnya. (Instagram/@madewedastra)

Kabar BUMN - Dipengaruhi kekayaan rempah, budaya, dan teknik memasak, masyarakat di Jawa mengolah ayam menjadi beragam menu.

Perbedaan selera daerah, yakni rasa manis di Tengah dan gurih pedas di Timur, turut memperkaya variasi menu ayam.

Masyarakat Jawa bisa memasak menu ayam ini kapan saja, beberapa khusus untuk upacara tertentu saja.

Berikut beberapa olahan ayam tradisional Jawa.

Baca Juga: 7 Cara Cepat dan Sehat Menurunkan Berat Badan Usai Lebaran

Ayam Ingkung
Sebelum agama Islam masuk, ayam ingkung digunakan sebagai salah satu hidangan sesajian di tumpeng.

Dalam bahasa Jawa Kuno, kata ingkung diambil dari kata jinakung. Artinya memanjatkan doa.

Untuk membuat ayam ingkung, ayam kampung utuh diolah dan dihidangkan dengan seluruh jeroan dan telurnya.

Cara penyajiannya pun unik. Ayam harus diletakkan dalam posisi bersungkur seperti orang sedang berdoa.

Baca Juga: Temukan Pesona Kota Khas Eropa Zaman dulu di Tengah Udara Sejuk Rustic Market Sentul, Bogor

Ayam goreng kremes aslinya dari daerah Kalasan, Sleman, Yogyakarta, tetapi juga bisa ditemukan di Solo. (ayamkremes.id)

Ayam goreng kremes
Ayam goreng kremes aslinya dari daerah Kalasan, Sleman, Yogyakarta, tetapi juga bisa ditemukan di Solo.

Pembuat dan penjual asli ayam kremes ini Nini Ronodikromo atau lebih dikenal dengan nama Mbok Berek.

Ayam yang digunakan jenis ayam kampung yang digoreng kering. Setelah itu diberi taburan kremes yang gurih.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini