Lebih Dekat dengan Seni Wayang Golek di Galeri Ruhiyat Wooden Puppet & Mask, Bandung

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Jumat, 27 Maret 2026 | 15:30 WIB
Di Galeri Ruhiyat Wooden Puppet & Mask yang didirikan Alun Ruhiyat tahun 1961 ini orang bisa menyelami kekayaan budaya Sunda melalui wayang golek.   (disbudpar.bandung.go.id via bandungmu.com)
Di Galeri Ruhiyat Wooden Puppet & Mask yang didirikan Alun Ruhiyat tahun 1961 ini orang bisa menyelami kekayaan budaya Sunda melalui wayang golek. (disbudpar.bandung.go.id via bandungmu.com)

Kabar BUMN - Tidak hanya wisata alam dan kuliner, di Bandung bisa wisata budaya ke Galeri Ruhiyat Wooden Puppet & Mask.

Di galeri yang didirikan Alun Ruhiyat tahun 1961 ini orang bisa menyelami kekayaan budaya Sunda melalui wayang golek.

Ruhiyat awalnya lebih dikenal sebagai pelukis, lalu beralih ke wayang golek pada tahun 1958.

Baca Juga: Oleh-oleh Khas Kulon Progo, Yogyakarta, Kuliner Ndeso yang Naik Kelas

Sejak itu ia memproduksi wayang untuk dijual pada dalang atau pada kolektor.

Produksi awalnya dibuat di kawasan Cibadak, 1973 pindah ke Lengkong, dekat Hotel Savoy Homann.

Pemberian nama galeri dengan bahasa Inggris sengaja dilakukan karena banyak pelancong asing datang.

Baca Juga: Libur Lebaran di Yogyakarta, 10 Rekomendasi Wisata Keluarga yang Wajiib Dikunjungi

Seperti Belanda, Prancis, Amerika Serikat, Jepang, Singapura, Malaysia dan banyak lagi.

Saat ini Galeri Ruhiyat dikelola Tatang Heryana, anak dari Alun Ruhiyat.

Di masa jayanya Galeri Ruhiyat mempekerjakan sekitar 30 orang.

Ruhiyat merekrut anak putus sekolah untuk belajar dan bekerja membuat wayang golek.

Baca Juga: 4 Jenis Keripik Khas Jawa Barat, dari yang Gurih Sampai yang Pedas Berlevel-level

Melestarikan wayang
Galeri Ruhiyat mengalami masa jaya sampai tahun 1980-an dan perlahan mulai redup.

Meskipun popularitas wayang golek tidak seperti dulu tetapi galeri Ruhiyat tetap bertahan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini