Museum Pusaka Keraton Kanoman Menyimpan Ribuan Benda Pusaka, Salah Satunya Keris Sakti dari Abad ke 14

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 30 Maret 2026 | 15:30 WIB
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, meresmikan Ruang Pameran Tetap Museum Gedung Pusaka Keraton Kanoman Cirebon pada Senin (17/11/2025).  (goodnewsfromindonesia.id)
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, meresmikan Ruang Pameran Tetap Museum Gedung Pusaka Keraton Kanoman Cirebon pada Senin (17/11/2025). (goodnewsfromindonesia.id)

Di dekatnya, terdapat meja dan kursi bergaya Eropa yang dibuat pada tahun 1845 M.

Ada pula deretan trisula warisan Sultan Sepuh ke 5 yang dibuat tahun 1776. Masehi.

Baca Juga: Beberapa Soft Skill Penting yang Harus Dimilliki Project Manager

Kereta Kencana Paksi Naga Lima
Koleksi yang paling menonjol adalah kereta kencana yang dipajang di dekat pintu masuk.

Ada dua kereta kencana, yaitu Paksi Naga Liman, dan Jempana.

Kedua kereta dibuat tahun 1428 atas permintaan Pangeran Losari.

Baca Juga: 5 Wahana Seru Bukit Sekipan Tawangmangu, Lengkap dengan Harga Tiket Terbaru

Museum Pusaka Keraton Kanoman, Cirebon, menyimpan sekitar 2.000 benda pusaka. (Instagram/@semestabudaya)

Di antara keduanya, Kereta Kencana Paksi Naga Lima yang terindah.

Kereta dihiasi hewan bersayap dengan kepala naga dan berbelalai gajah yang melambangkan tiga budaya.

Budaya Islam dilambangkan sayap burung, budaya Tiongkok oleh kepala naga, dan Hindu dilambangkan belalai gajah.

Baca Juga: Lebih Tenang dari Pangandaran, Pantai Batu Karas Jadi Favorit Surfer

Bagian sayapnya bisa digerak-gerakan dengan fungsi sebagai pendingin saat sultan berada di dalam kereta.

Sementara Kereta Kencana Jempatan dibuat sebagai kereta kebesaran Ratu Dalem atau permaisuri keraton Kanoman.

Selain itu, juga disimpan Kereta Singa Barong yang dibuat di 1549 untuk kendaraan saat ada acara di keraton.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini