Kabar BUMN - Di saat perayaan Paskah hampir selalu dilakukan tradisi menghias telur.
Tradisi menghias telur ini mendapat pengaruh kuat dari tradisi paganisme di Eropa.
Telur menjadi perlambang dari kesuburan dan dunia baru.
Baca Juga: Dari Makkah ke Damaskus, Ini Masjid Ikonik yang Mengubah Sejarah Islam
Perlambang ini kemudian diadaptasi menjadi tradisi Paskah pada awal perkembangan gereja di Eropa.
Telur melambangkan kebangkitan Yesus, kehidupan baru, dan harapan seluruh umat Kristiani di dunia.
Uniknya, setiap negara punya ciri khas dan cara tersendiri menghias telur paskahnya.
Baca Juga: 6 Tempat Wisata Hits Dekat Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng, Mudah Dijangkau dan Instagramable
Jerman
Tradisi menghias telur Paskah di Jerman dinamakan Der Osterbaum.
Telur paskah digantung pada ranting pohon-pohon yang menghiasi rumah.
Ranting yang digunakan diambil dari pohon cherry atau blacktorn.
Baca Juga: Liburan ke Malang Belum Lengkap Tanpa 5 Oleh-oleh Ini, Favorit Wisatawan!
Ranting bisa itu dipasang di dalam vas, digantung di jendela, atau ditempel menghiasi dinding rumah.
Sementara telurnya dihias dengan warna-warna khas musim semi yang cerah.
Artikel Terkait
Serunya Tradisi Telur Paskah: Simbol Kehidupan Baru yang Tak Pernah Kehilangan Warna
Lebih dari Sekedar Telur yang Diwarnai, Ini Fakta Tentang Telur Paskah
Cokelat Edisi Paskah Terlaris di Dunia, Bentuknya Sudah Pasti Seperti Telur
Peringati Hari Paskah dengan Tradisi Kuno Semana Santa yang Sudah Dipraktikkan Berabad-abad