Keempat, reksadana campuran yang menggabungkan investasi saham, obligasi, dan pasar uang lainnya.
Cocok bagi yang ingin keseimbangan antara risiko dan keuntungan.
Baca Juga: Awas Ketinggalan! Pink Moon 2026 Bisa Dinikmati dari Maghrib Hingga Subuh
Tujuan dan jangka waktu investasi
Sebelum memilih jenis reksadana, pertama kali tentukan tujuan keuangan.
Misalnya, untuk menabung dana pendidikan, liburan impian, membeli rumah, atau persiapan pensiun.
Selain itu tentukan juga jangka waktunya. Misalnya satu, lima, atau sepuluh tahun, dan lebih.
Bila jangka pendek, sebaiknya pilih reksadana yang aman. Bila jangka panjang, bisa reksadana saham.
Baca Juga: 4 Menu Tradisional Paskah dari Berbagai Dunia
Mulai dari modal kecil
Karena masih pemula, jangan langsung hamburkan modal dalam jumlah besar. Cari saja modal kecil.
Ada sejumlah platform yang memungkinkan orang untuk investasi mulai dari Rp10.000 saja.
Setelah cukup fasih dan paham, secara perlahan bisa menambahkan modal investasi.
Baca Juga: Sambut Jumat Agung 2026, Ini 10 Twibbon Gratis yang Bisa Kamu Pakai
Saat ini banyak platform baik dari bank swasta atau pemerintah yang menyediakan tempat berinvestasi.
Pilih yang paling cocok dengan kondisi keuangan. Bandingkan satu fasilitas dengan yang lainnya.
Jangan ragu untuk datang langsung pada CS untuk bertanya.
Artikel Terkait
Pilihan Investasi Terbaik dengan Modal di Bawah Rp10 Juta untuk Pemula
Pilihan Investasi Minim Risiko untuk Pekerja dengan Gaji UMR
Saham, Pasar Uang, dan Obligasi: Mana Investasi Terbaik untuk Pemula?
Mengapa Menabung Emas Sangat Penting untuk Investasi Jangka Panjang
Panduan Investasi Emas Bagi Pemula dan Bergaji Kecil
Ajarkan Anak Kelola THR Jadi Investasi, Orang Tua Perhatikan Tips Berikut